JurnalLugas.Com — Perusahaan kapur dan kimia asal Thailand, Chememan Public Company Limited, resmi menyatakan kesiapan menanamkan investasi senilai USD 10,6 juta atau sekitar Rp174 miliar untuk memperluas bisnis kapur di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi regional Chememan di kawasan Asia Pasifik.
Dana investasi tersebut akan digunakan sebagai setoran modal untuk mengakuisisi 60 persen saham PT Bukit Bunea, anak usaha dari PT Citatah Tbk (CTTH). Sementara 40 persen sisanya tetap dimiliki Citatah dan Taufik Johannes melalui mekanisme konversi utang pemegang saham. Transaksi akuisisi ini ditargetkan tuntas paling lambat 30 Juni 2026.
Fasilitas Produksi Kapur di Sulawesi
Kerja sama strategis antara Citatah dan Chememan akan difokuskan pada pembangunan fasilitas produksi kapur berkapasitas awal 200 ribu ton per tahun, yang akan ditingkatkan secara bertahap hingga 500 ribu ton per tahun.
Adapun PT Bukit Bunea diketahui telah mengantongi izin konsesi tambang kapur berkualitas tinggi seluas 48,8 hektare di wilayah Sulawesi. Fasilitas baru tersebut diharapkan menjadi basis utama untuk memenuhi permintaan domestik yang terus meningkat.
Presiden Direktur Citatah, Taufik Johannes, mengatakan kemitraan dengan Chememan merupakan langkah bersejarah bagi Citatah yang selama ini dikenal sebagai produsen marmer dan batu alam.
“Kemitraan ini menandai tonggak penting dalam perjalanan Citatah memperluas bisnis ke sektor kapur, menciptakan peluang pertumbuhan baru di luar segmen marmer,” ujar Taufik dalam keterangan resmi, Rabu (8/10/2025).
Strategi Chememan Perkuat Pasar Asia Pasifik
Sementara itu, CEO Chememan, Adisak Lowjun, menyebut Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan industri kapur seiring meningkatnya kebutuhan di sektor hilirisasi pertambangan dan manufaktur.
“Indonesia merupakan pasar yang tumbuh cepat dengan impor produk kapur hampir mencapai 1 juta ton per tahun. Kolaborasi kami dengan Citatah mendukung strategi ekspansi Chememan di Asia Pasifik sekaligus memperkuat industri hilir dalam negeri,” jelasnya.
Menurutnya, kerja sama ini bukan hanya memperluas pangsa pasar, tetapi juga mendukung agenda pemerintah Indonesia untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku mineral dan meningkatkan nilai tambah produk tambang nasional.
Saham Citatah Melonjak Tajam
Pasca pengumuman kemitraan tersebut, saham PT Citatah Tbk (CTTH) yang masuk dalam papan pemantauan khusus menguat 9,76 persen ke posisi Rp45 pada perdagangan Rabu (8/10/2025). Sejak awal tahun, kinerja saham emiten produsen marmer dan batu alam ini telah naik lebih dari 70 persen.
Investor menilai langkah diversifikasi Citatah ke sektor kapur menjadi katalis positif yang dapat memperkuat kinerja jangka panjang perusahaan.
Kemitraan Citatah dan Chememan diharapkan tidak hanya memperkuat fondasi bisnis kedua perusahaan, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan industri pengolahan mineral yang berkelanjutan di Indonesia.
Baca berita ekonomi dan investasi terkini lainnya di JurnalLugas.Com






