BNPT Ingatkan Orang Tua Waspadai Radikalisme Menyusup Lewat Game Online

JurnalLugas.Com — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengimbau para orang tua, terutama para ibu, agar lebih cermat mengawasi aktivitas anak-anak mereka di dunia digital. Saat ini, kelompok berpaham radikal diketahui mulai memanfaatkan permainan daring atau game online sebagai sarana untuk menyebarkan pengaruh dan merekrut generasi muda.

Deputi Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT Mayor Jenderal TNI Sudaryanto menjelaskan bahwa kelompok radikal telah menggunakan pendekatan baru dalam menyebarkan paham mereka melalui platform game online yang populer di kalangan remaja.

Bacaan Lainnya

Dalam acara Dialog Kebangsaan Bersama Ormas dan Tokoh Perempuan yang digelar di Asrama Haji Padang, Sumatera Barat (8/10), ia menuturkan bahwa anak-anak kini bisa dengan mudah berinteraksi dengan orang asing di dalam permainan digital seperti Roblox. Dari interaksi tersebut, pelaku bisa mengarahkan mereka untuk bergabung dalam grup tertutup di aplikasi pesan seperti WhatsApp atau Telegram, di mana proses penanaman ideologi radikal mulai berlangsung.

Menurut Sudaryanto, proses penyusupan itu berlangsung perlahan dan kerap tidak disadari oleh anak-anak maupun orang tua. Karena itu, peran keluarga menjadi kunci utama dalam pencegahan.

Ia menegaskan bahwa pengawasan dari orang tua, terutama ibu, sangat penting karena sebagian besar nilai-nilai kehidupan, termasuk toleransi dan moderasi beragama, pertama kali diajarkan di lingkungan keluarga. “Keluarga adalah benteng pertama, dan peran ibu menjadi pondasi utama dalam menjaga anak-anak dari paparan paham radikal,” ujarnya dalam nada menekankan.

Perempuan Jadi Pilar Toleransi di Keluarga

Sudaryanto juga menggarisbawahi peran strategis kaum perempuan dalam menjaga stabilitas sosial. Menurutnya, perempuan bukan hanya pengasuh anak, tetapi juga pendidik nilai-nilai moral dan spiritual dalam keluarga. Karena itu, menjaga agar perempuan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat merupakan langkah penting untuk mencegah infiltrasi ideologi ekstrem di masyarakat.

Baca Juga  Roblox Resmi Perketat Aturan Konten Dewasa dan Ruang Sosial Virtual Kini Dibatasi

Ia berharap kegiatan seperti Dialog Kebangsaan ini dapat menjadi wadah untuk memperkuat semangat toleransi, memperluas jaringan agen perdamaian, dan menanamkan kembali nilai-nilai moderasi beragama di Sumatera Barat. Ia optimistis tokoh-tokoh perempuan dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif dalam menyebarkan pesan perdamaian dan kebersamaan di lingkungan sekitar mereka.

Sudaryanto juga menekankan bahwa meskipun Indonesia tidak sedang menghadapi aksi teror besar, potensi radikalisme tetap ada dan perlu diwaspadai. Upaya pencegahan harus dilakukan secara kolektif melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga.

DPR Dukung Langkah BNPT Perkuat Literasi Digital dan Moderasi Beragama

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi XIII DPR RI Shadiq Pasadigoe memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif BNPT dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai benteng pertama menghadapi ancaman radikalisme digital.

Ia menilai, kegiatan seperti Dialog Kebangsaan memiliki peran strategis untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar lebih selektif dalam menghadapi arus informasi yang beredar di media sosial maupun platform digital. Menurut Shadiq, penyebaran ideologi kekerasan saat ini sering kali terjadi secara halus melalui dunia maya, termasuk lewat permainan daring yang digemari anak muda.

Shadiq menyebut bahwa menurut data BNPT tahun 2023, Indonesia berhasil mencapai nol serangan terorisme (zero attack terrorism). Capaian ini merupakan bukti nyata keberhasilan kolaborasi lintas sektor, mulai dari aparat keamanan hingga masyarakat sipil. Namun, ia mengingatkan agar pencapaian tersebut tidak membuat masyarakat lengah.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan yang lebih edukatif dan inklusif dalam melawan radikalisme. “Pencegahan berbasis keluarga dan pendidikan jauh lebih efektif daripada pendekatan yang bersifat represif,” ungkapnya dalam pernyataan tertulis.

Baca Juga  BNPT Awasi Roblox, Anak-anak Kini Tak Bisa Main Game Online Tanpa Verifikasi Ini

Politisi senior asal Sumatera Barat itu menambahkan, Dialog Kebangsaan seharusnya tidak berhenti di satu daerah saja. Ia berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke berbagai wilayah di Indonesia agar pesan-pesan toleransi dan kebinekaan bisa semakin mengakar di masyarakat.

Kolaborasi Nasional untuk Menjaga Moderasi dan Persatuan

Acara Dialog Kebangsaan yang digelar oleh BNPT bersama Komisi XIII DPR RI ini diikuti oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari tokoh perempuan, akademisi, dan aktivis organisasi masyarakat di Kota Padang.
Empat narasumber tampil dalam sesi diskusi interaktif, yaitu Prof. Irfan Idris selaku Direktur Pencegahan BNPT, Syur’aini M.Pd. dari PW Aisyiyah Sumbar, Ka’bati dosen UIN Imam Bonjol, serta Devi Rusli, mantan narapidana terorisme yang kini aktif menyuarakan perdamaian.

Diskusi tersebut menyoroti pentingnya meningkatkan literasi digital di kalangan keluarga dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan agar anak-anak tidak mudah terpengaruh propaganda ekstrem. Para pembicara sepakat bahwa pendidikan karakter di rumah menjadi benteng utama melawan penyebaran ideologi kekerasan di dunia maya.

Sudaryanto menegaskan bahwa BNPT akan terus memperluas program serupa ke berbagai daerah untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga Indonesia dari ancaman radikalisme. Ia menutup dialog dengan ajakan agar seluruh pihak terus menanamkan semangat toleransi, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

“Menjaga Indonesia tetap damai bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab seluruh masyarakat. Dan itu semua dimulai dari keluarga,” tandasnya.

Untuk berita nasional dan kebijakan publik terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait