Auto Reject Beruntun! BEI Suspensi Perdagangan 5 Saham & 4 Waran, Ada Apa?

JurnalLugas.Com – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara perdagangan lima saham dan empat waran pada awal pekan ini, Senin (13/10/2025). Langkah suspensi tersebut dilakukan guna menjaga perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien di tengah lonjakan harga signifikan beberapa emiten dalam beberapa hari terakhir.

Lima Saham dan Empat Waran Disuspensi

Dalam pengumuman resmi BEI, saham yang terkena suspensi adalah PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI), PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK), dan PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN).

Bacaan Lainnya

Selain itu, empat waran yang ikut dihentikan sementara adalah tiga seri milik RAJA — RAJADRCG6A, RAJAHDCK6A, RAJAZPCK6A — serta TRIN-W2, waran seri II milik TRIN.

“BEI memandang perlu melakukan penghentian sementara perdagangan saham dan waran tersebut mulai sesi I tanggal 13 Oktober 2025 hingga pengumuman Bursa lebih lanjut,” demikian pernyataan resmi BEI yang dikutip dari keterbukaan informasi.

Baca Juga  PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Angkat Retno Marsudi Sebagai Komisaris Independen

Lonjakan Harga Jadi Pemicu Suspensi

Saham-saham yang disuspensi diketahui mengalami lonjakan harga tajam dalam beberapa hari terakhir. Saham ESTI, misalnya, mencatatkan auto reject atas (ARA) selama empat hari berturut-turut dengan rata-rata kenaikan 9,45% dan terakhir diperdagangkan di Rp137 atau naik 9,60% pada Jumat (10/10/2025).

Sementara itu, RAJA menguat 22,84% dalam sepekan dan ditutup di Rp5.575 setelah naik 8,61% di akhir pekan lalu. Saham FUJI juga melonjak 25% ke Rp950, menyentuh batas ARA dengan kenaikan mingguan mencapai 55,74%.

Emiten lain, NTBK, mencatatkan lonjakan ekstrem hingga 142,62% dalam sepekan. Pada perdagangan Jumat (10/10/2025), saham ini naik 34,55% ke Rp148. Tak ketinggalan, TRIN menguat 24,75% ke Rp525 dengan kenaikan mingguan 125%.

Pandangan Analis: Waspadai Volatilitas

Menurut analis pasar modal, R. Hidayat, lonjakan ekstrem pada beberapa saham kecil sering kali menjadi sinyal adanya pergerakan spekulatif. “Suspensi seperti ini merupakan langkah preventif BEI untuk menekan potensi manipulasi harga dan melindungi investor ritel,” ujarnya dalam keterangan singkat, Senin (13/10).

Baca Juga  BEI Buka Suspensi Saham MERI NRCA dan ARGO Usai Melejit Ugal-ugalan

Ia menambahkan, investor disarankan untuk tidak terburu-buru masuk ke saham yang sedang euforia tanpa mempertimbangkan fundamental perusahaan.

Langkah Lanjut BEI

BEI belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kapan suspensi akan dicabut. Namun, bursa menegaskan pemantauan terhadap saham-saham berfluktuasi tinggi akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar modal domestik.

Investor diimbau untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi emiten dan mempertimbangkan risiko tinggi sebelum mengambil keputusan investasi, terutama pada saham dengan likuiditas rendah dan pergerakan harga ekstrem.

Sumber berita dan analisis terkini seputar pasar modal Indonesia dapat dibaca di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait