BEI Buka Suspensi Saham MERI NRCA dan ARGO Usai Melejit Ugal-ugalan

JurnalLugas.Com — Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka perdagangan tiga saham yang sempat disuspensi karena lonjakan harga tak wajar. Ketiganya adalah saham PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI), PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), dan PT Argo Pantes Tbk (ARGO).

Pembukaan kembali perdagangan ini dimulai sejak sesi pertama pada hari Senin, 21 Juli 2025 di pasar reguler dan pasar tunai.

Bacaan Lainnya

“Perdagangan saham MERI, NRCA, dan ARGO telah kembali dibuka mulai sesi I hari ini,” demikian pernyataan resmi BEI yang disampaikan dalam keterangan tertulis, Senin (21/7).

Kenaikan Saham MERI Sangat Signifikan Sejak IPO

Saham PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) mencatat lonjakan signifikan sejak melantai di bursa pada 8 Juli 2025. Saham ini mengalami Auto Reject Atas (ARA) beruntun dengan rata-rata kenaikan harian mencapai 25 persen.

Puncaknya terjadi pada 11 Juli 2025 saat harga saham melonjak 34,88 persen. Hingga penutupan sebelum suspensi, harga saham MERI sudah meningkat 228,49 persen dari harga IPO-nya sebesar Rp128 menjadi Rp565 per saham. Emiten ini berhasil menghimpun dana sekitar Rp30,09 miliar dari penawaran perdana.

NRCA dan ARGO Juga Mengalami ARA Beruntun

Saham PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) mengalami tren serupa. Dalam sepekan terakhir, saham ini menguat 141,12 persen dan mencatat kenaikan bulanan hingga 161,22 persen. Lonjakan ini dipicu oleh ARA berturut-turut yang terjadi antara 14 hingga 17 Juli dengan rata-rata kenaikan harian sebesar 24,5 persen.

Tak kalah mencolok, saham PT Argo Pantes Tbk (ARGO) juga mengalami ARA dalam beberapa hari sebelum disuspensi. Dalam periode 15 hingga 17 Juli, ARGO mencatat rata-rata kenaikan harian sebesar 25 persen, mengantarkannya ke harga Rp1.405 per saham. Selama sepekan, ARGO naik 89,86 persen dan secara bulanan meningkat 126,61 persen.

BEI Imbau Investor Waspadai Volatilitas

Langkah penghentian sementara perdagangan oleh BEI merupakan bagian dari pengawasan terhadap volatilitas harga saham yang terlalu tinggi dalam waktu singkat. Tujuannya untuk menjaga perdagangan yang adil dan teratur.

Seorang sumber internal BEI yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa suspensi ini dilakukan agar investor memiliki waktu menganalisis faktor fundamental dan menghindari keputusan spekulatif.

“Suspensi dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian untuk menghindari risiko perdagangan yang tak wajar,” ujarnya.

Kini setelah suspensi dicabut, saham MERI, NRCA, dan ARGO kembali dapat diperdagangkan secara normal. Meski demikian, investor disarankan tetap mempertimbangkan analisis risiko dan fundamental masing-masing emiten.

Ikuti terus perkembangan informasi pasar modal terkini hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  IHSG Melemah di Awal Perdagangan Ini Faktor Penyebabnya

Pos terkait