Distribusi Bantuan di Gaza Terhambat, Perbatasan Zikim dan Erez Ditutup Israel, PBB Status Quo

JurnalLugas.Com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa distribusi bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza menghadapi hambatan serius karena penutupan perbatasan oleh Israel, meski beberapa keluarga mulai bergerak ke area yang kini dapat diakses.

Juru bicara PBB, F. Haq, menyatakan, “Penutupan di perbatasan Zikim dan Erez membuat distribusi bantuan vital menjadi terbatas, sehingga banyak warga yang belum menerima dukungan sesuai kebutuhan.”

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Haq menambahkan bahwa sejak gencatan senjata lebih dari 10 hari lalu, PBB dan mitra kemanusiaan meningkatkan operasi tanggap darurat, terutama di wilayah tengah dan selatan Gaza.

Baca Juga  TB Hasanuddin Dukung Prabowo Israel Harus Akui Palestina demi Solusi Dua Negara

Sejak 10 Oktober, tercatat lebih dari 425.000 warga berpindah dari selatan ke utara Gaza, mencari perlindungan di tempat-tempat seperti Jabaliya dan sekolah di Beit Lahiya, yang sebelumnya sulit dijangkau akibat konflik militer.

Dalam 10 misi kemanusiaan yang dikoordinasikan PBB pada Senin (20/10), enam di antaranya berhasil dilakukan, termasuk pengiriman tangki air, perlengkapan sanitasi, dan bahan bakar. Haq menambahkan, “Beberapa truk tangki bahan bakar dan ratusan palet kebutuhan bayi berhasil kami kirim hari ini.”

Total bantuan yang dikirim mencapai hampir 1.500 ton dari perbatasan Karem Abu Salem dan Kissufim, dengan tiga perempatnya berupa bahan pangan. Sisanya meliputi peralatan tempat tinggal, pakan ternak, perlengkapan kesehatan, air bersih, dan sanitasi.

Baca Juga  Matthew Miller Israel Siapkan Konflik Panjang di Palestina Hiraukan AS

Haq juga menekankan pentingnya membuka perbatasan Rafah, sambil menyoroti bahwa keberhasilan gencatan senjata tergantung pada keseriusan semua pihak dalam mempertahankannya.

Terkait Tepi Barat, Haq menanggapi surat dari senator AS kepada Presiden Trump yang mendorong langkah lebih tegas terhadap rencana aneksasi Israel. “Kami mendukung upaya-upaya yang menjaga status quo dan mencegah eskalasi konflik di wilayah tersebut,” ujarnya.

Selengkapnya bisa dibaca di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait