JurnalLugas.Com — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada September 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan sebesar 4,34 miliar dolar AS, setara dengan sekitar Rp72 triliun. Capaian ini menunjukkan tren positif dalam kinerja ekspor nasional di tengah dinamika ekonomi global.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa surplus tersebut didorong oleh peningkatan kuat di sektor ekspor nonmigas, yang berkontribusi besar terhadap total nilai ekspor Indonesia bulan September.
“Nilai ekspor pada September 2025 mencapai 24,68 miliar dolar AS, naik 11,41 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibanding periode yang sama tahun 2024,” ungkap Pudji dalam keterangannya, Senin (3/11/2025).
Sementara itu, nilai impor Indonesia pada bulan yang sama tercatat sebesar 20,34 miliar dolar AS atau sekitar Rp339 triliun. Dengan demikian, Indonesia menikmati kelebihan neraca perdagangan sebesar 4,34 miliar dolar AS, menandakan ekspor masih lebih kuat dibanding impor.
Ekspor Nonmigas Jadi Penopang Utama
Kenaikan kinerja ekspor tersebut sebagian besar disumbang oleh produk-produk nonmigas, seperti hasil industri pengolahan, pertanian, dan tambang. Pudji menambahkan bahwa peningkatan permintaan global terhadap komoditas unggulan Indonesia seperti batu bara, minyak kelapa sawit, dan produk manufaktur turut menopang capaian surplus ini.
“Peningkatan ekspor nonmigas menjadi faktor utama di balik surplus neraca perdagangan bulan September,” ujar Pudji.
Sinyal Positif untuk Ekonomi Nasional
Surplus neraca perdagangan yang berkelanjutan dinilai menjadi indikator stabilitas ekonomi makro Indonesia, terutama dalam menjaga keseimbangan nilai tukar rupiah dan cadangan devisa. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa produk dalam negeri masih memiliki daya saing tinggi di pasar internasional.
Para analis memperkirakan tren positif ini dapat berlanjut hingga akhir tahun, jika harga komoditas global tetap stabil dan kebijakan ekspor pemerintah terus mendukung sektor produktif.
Dengan surplus perdagangan yang mencapai Rp72 triliun, Indonesia berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi melalui sektor ekspor. Capaian ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global serta mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025.
Baca berita ekonomi terbaru dan analisis perdagangan Indonesia lainnya hanya di JurnalLugas.Com






