PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) Akuisisi 60% Saham Trans Hybrid Communication

JurnalLugas.Com — Emiten solusi digital PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) resmi menandatangani termsheet atau kesepakatan awal dengan pemegang saham PT Trans Hybrid Communication (THC). Langkah ini menjadi sinyal kuat rencana akuisisi sebesar 60 persen saham THC yang diharapkan memperkuat dominasi INET di sektor infrastruktur digital nasional.

Penandatanganan kesepakatan tersebut menandai dimulainya kolaborasi strategis antara dua entitas besar di bidang teknologi informasi. Kolaborasi ini menargetkan penguatan infrastruktur konektivitas, layanan fiber optik, IP transit, cloud computing, hingga pengelolaan data center yang efisien dan terintegrasi.

Bacaan Lainnya

“Kesepakatan ini merupakan momentum penting bagi INET untuk memperluas jaringan bisnis di sektor infrastruktur digital. Kami melihat potensi besar dalam sinergi antara kemampuan teknologi dan jaringan THC dengan ekosistem digital yang sudah kami bangun,” ujar Direktur Utama INET, M. Arief Angga, di Jakarta, Rabu (5/11).

Senada dengan hal itu, Direktur Utama THC, Fadzri Sentoso, menilai kerja sama ini akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan kedua perusahaan.

“Kolaborasi dengan INET akan memperkuat strategi pengembangan jaringan dan membuka peluang ekspansi yang lebih cepat dan terukur,” jelas Fadzri.

Langkah Lanjut Menuju Akuisisi Penuh

Penandatanganan termsheet menjadi pijakan awal sebelum masuk ke tahap due diligence dan negosiasi finalisasi Share Purchase Agreement (SPA). Setelah seluruh proses rampung dan disetujui oleh otoritas terkait, INET akan menjadi pemegang saham pengendali THC dengan kepemilikan 60 persen.

Rencana akuisisi ini diharapkan dapat:

  • Meningkatkan kapasitas jaringan backbone nasional dan IP transit.
  • Mengintegrasikan layanan data center dan cloud service milik kedua pihak.
  • Mempercepat ekspansi jaringan Fiber to the Home (FTTH) dan layanan B2B digital di seluruh Indonesia.
  • Mendukung agenda transformasi digital nasional melalui sinergi antarperusahaan teknologi lokal.

Profil Singkat Kedua Perusahaan

INET Tbk dikenal sebagai penyedia solusi digital terintegrasi dan operator infrastruktur jaringan nasional. Fokus utamanya meliputi layanan IP Transit, Local Loop, FTTH, jaringan backbone, serta solusi digital korporasi (B2B). Perusahaan ini juga tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan komitmen kuat terhadap pengembangan konektivitas berkelanjutan.

Sementara itu, PT Trans Hybrid Communication (THC) merupakan penyedia jaringan dan solusi digital berskala nasional yang telah mengantongi lisensi lengkap dari Kementerian Komunikasi dan Informasi Digital (Komdigi) mencakup JARTUP INTERNATIONAL, JARTUP, JARTAPLOK, NAP, dan ISP.

THC melayani lebih dari 250 klien korporasi dan operator telekomunikasi nasional maupun global, di antaranya Telkom, Indosat, Biznet, iForte, ICON+, Moratelindo, hingga Telekom Malaysia dan China Telecom. Selain itu, THC juga mendukung layanan untuk sektor ritel dan perhotelan seperti Alfamart dan Hotel Harris.

Perusahaan ini memiliki jaringan fiber optik hingga ke Singapura, Malaysia, Hongkong, dan Brunei, serta menawarkan berbagai layanan seperti Metro-E, FTTH (DUKODU), Cloud Service, dan Managed Service. THC juga mengantongi sejumlah sertifikasi internasional seperti ISO 9001, 14001, 27001, 37001, dan 45001, dengan jaringan operasional di lebih dari 20 kota besar di Indonesia.

Dengan sinergi dua perusahaan ini, pasar memperkirakan terbentuknya kekuatan baru di sektor infrastruktur digital nasional yang berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara signifikan.

Sumber berita dan analisis teknologi terbaru kunjungi: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Saham PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) Tembus Rp246 PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) Rp93 Akuisisi Dorong Tren Bullish

Pos terkait