Terungkap Ribuan Warga Palestina Masih Dipenjara Zionis Israel Tanpa Pengadilan, Termasuk Anak dan Perempuan

JurnalLugas.Com — Jumlah warga Palestina yang kini mendekam di penjara-penjara Zionis Israel dilaporkan telah menembus angka 9.250 orang hingga November 2025. Data ini diungkap oleh kelompok advokasi tahanan Palestina, yang menyoroti meningkatnya praktik penahanan tanpa proses hukum jelas.

Mayoritas dari mereka merupakan tahanan administratif, yaitu individu yang ditahan tanpa dakwaan dan tanpa melalui pengadilan. Penahanan dilakukan berdasarkan perintah militer di wilayah pendudukan, sebuah kebijakan yang kerap menuai kecaman internasional karena dinilai melanggar hak asasi manusia.

Bacaan Lainnya

Kelompok advokasi tersebut menambahkan, jumlah tahanan itu tidak termasuk warga yang ditahan di kamp-kamp militer Israel. Dari total tersebut, tercatat 1.242 orang sudah dijatuhi vonis hukum, sementara 49 perempuan Palestina masih berada di balik jeruji besi — satu di antaranya berasal dari Jalur Gaza.

Baca Juga  Iran Tangkap 17 Agen Rahasia AS Israel, Bahan Peledak hingga Senjata Disita

Lebih memprihatinkan lagi, laporan itu menyebut lebih dari 350 anak Palestina kini mendekam di penjara-penjara Israel, terutama di penjara Ofer dan Megiddo. Kondisi anak-anak di bawah umur yang ditahan ini menjadi sorotan serius lembaga kemanusiaan internasional karena dianggap melanggar konvensi hak anak PBB.

Selain itu, jumlah tahanan administratif meningkat tajam hingga 3.368 orang, menunjukkan pola represi yang makin meluas. Dalam laporan yang sama, disebutkan pula bahwa 1.205 tahanan diklasifikasikan Israel sebagai “kombatan ilegal”, mencakup warga asal Lebanon dan Suriah. Namun, tahanan dari Jalur Gaza tidak termasuk dalam klasifikasi tersebut.

Baca Juga  Hamas Tegaskan Pelucutan Senjata Baru Dilakukan Setelah Israel Mundur dari Gaza

Praktik penahanan massal tanpa dasar hukum ini, menurut aktivis kemanusiaan, merupakan bagian dari strategi penindasan sistematis yang dijalankan otoritas Zionis terhadap rakyat Palestina. Mereka menyerukan kepada komunitas internasional agar menekan Israel untuk menghentikan pelanggaran hukum internasional tersebut dan membebaskan para tahanan, terutama perempuan dan anak-anak.

Sumber berita & analisis independen lainnya kunjungi: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait