Serangan Israel di Leqtaifiya Doha Hamas Selamat Qatar Zionis Terorisme

JurnalLugas.Com – Serangan udara Israel ke wilayah Leqtaifiya, Doha, pada Selasa (9/9/2025) mengejutkan dunia internasional. Target serangan adalah kantor Hamas yang selama ini digunakan sebagai basis negosiasi gencatan senjata.

Militer Israel mengklaim operasi itu diarahkan pada pimpinan Hamas. Namun, kelompok tersebut menegaskan bahwa para tokoh utamanya berhasil selamat. Dari laporan lapangan, enam orang tewas, termasuk putra tokoh senior Hamas Khalil al-Hayya serta beberapa pengawal.

Bacaan Lainnya

Qatar Menyebut “Terorisme Negara”

Pemerintah Qatar langsung mengecam serangan ini dengan nada keras. Perdana Menteri Qatar menyebut tindakan Israel sebagai bentuk “terorisme negara” yang jelas melanggar kedaulatan.

“Ini bukan sekadar serangan militer, melainkan upaya menghancurkan peran Qatar sebagai mediator perdamaian,” ucapnya dalam konferensi pers.

Baca Juga  Trump Ancam Khamenei AS Kerahkan Jet B-52 dan Kapal Induk ke Timur Tengah

Respons Amerika dan Negara Barat

Amerika Serikat, sekutu utama Israel sekaligus mitra strategis Qatar, menyatakan “sangat berduka” atas serangan di ibu kota Doha. Namun, Washington tidak secara langsung mengutuk tindakan Tel Aviv.

Berbeda dengan AS, Jerman menyebut serangan itu “tidak dapat diterima” karena berisiko menggagalkan negosiasi pembebasan sandera. Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menilai Israel telah melanggar kedaulatan Qatar dan memperburuk stabilitas regional.

Gelombang Kecaman Dunia Arab

Negara-negara Arab seperti Arab Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab ikut mengecam. Uni Eropa dan PBB pun menyatakan kekhawatiran mendalam atas meningkatnya eskalasi.

Seorang analis hubungan internasional menilai, “Serangan di Doha adalah lonceng bahaya baru. Ini bisa meruntuhkan proses perdamaian yang sudah rapuh.”

Ancaman Gagalnya Gencatan Senjata

Serangan yang menyasar tim negosiasi Hamas dikhawatirkan menggagalkan kesepakatan gencatan senjata Gaza. Upaya pembebasan sandera yang tengah dibicarakan pun terancam kandas.

Baca Juga  Tom Fletcher Gencatan Senjata Gaza Jangan Jadi “Harapan Palsu” bagi Palestina

Keluarga sandera dan diplomat internasional mendesak agar semua pihak menahan diri. Namun, dengan situasi yang kian panas, prospek perundingan damai kini berada di ujung tanduk.

Serangan Israel di Doha bukan hanya serangan militer, melainkan juga serangan diplomatik yang berpotensi mengubah peta keamanan Timur Tengah. Dengan kecaman global yang terus mengalir, perhatian dunia kini tertuju pada bagaimana Israel, Hamas, dan Qatar merespons babak baru konflik ini.

Untuk analisis tajam dan berita terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait