JurnalLugas.Com — VinFast Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung ekosistem mobilitas ramah lingkungan di Tanah Air. Melalui program battery subscription atau sewa baterai, perusahaan otomotif asal Vietnam ini memberikan kemudahan bagi konsumen dalam memiliki kendaraan listrik tanpa harus khawatir soal biaya perawatan komponen baterai.
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menyampaikan bahwa skema sewa baterai menjadi salah satu solusi strategis agar kendaraan listrik dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat Indonesia.
“Kami ingin memberikan opsi yang lebih ekonomis. Konsumen bisa membeli mobil VinFast dengan harga lebih terjangkau melalui pilihan sewa baterai,” ujar Kariyanto beberapa waktu lalu.
Perlindungan Maksimal untuk Konsumen
Dengan sistem sewa baterai, pemilik mobil listrik VinFast tidak perlu memikirkan risiko kerusakan atau penurunan performa baterai. Pasalnya, perusahaan memberikan jaminan penggantian baterai secara gratis bila kapasitasnya menurun di bawah 70 persen.
“Kalau kapasitas baterai turun di bawah 70 persen, otomatis akan kami ganti dengan yang baru tanpa biaya tambahan, karena baterainya tetap menjadi milik VinFast,” tegas Kariyanto.
Skema inovatif ini mendapat sambutan positif dari konsumen. Data internal perusahaan menunjukkan bahwa 90 persen pembeli mobil VinFast di Indonesia memilih skema sewa baterai karena dinilai lebih praktis dan efisien.
Teknologi Pemantauan Canggih
Selain itu, seluruh kendaraan VinFast sudah dibekali sistem pemantauan digital terintegrasi yang mampu memonitor kondisi baterai dan performa kendaraan secara real-time. Sistem ini juga membantu perusahaan mendeteksi jika ada keterlambatan pembayaran dari pengguna.
“Semua mobil VinFast sudah connected. Kami bisa memantau kondisi kendaraan dan baterai dari jarak jauh secara akurat,” jelas Kariyanto.
Efisiensi Tanpa Perang Harga
Di tengah maraknya perang harga di industri otomotif, VinFast memilih untuk fokus pada nilai efisiensi dan ekosistem pendukung. Produsen mobil listrik ini menolak terlibat dalam persaingan harga murah, dan lebih mengutamakan manfaat jangka panjang bagi konsumen.
Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah gratis pengisian daya selama tiga tahun bagi pemilik mobil VinFast.
“Keunggulan VinFast ada pada ekosistem dan infrastruktur yang kami bangun. Konsumen tidak perlu membayar biaya charging selama tiga tahun penuh,” kata Kariyanto.
Nilai Jual Kembali Tetap Tinggi
VinFast juga menepis kekhawatiran soal depresiasi harga kendaraan listrik. Melalui program resale value guarantee, perusahaan menjamin harga jual kembali tetap kompetitif.
Rinciannya, kendaraan yang digunakan selama enam bulan bisa dijual kembali hingga 90 persen dari harga awal, sementara mobil berusia satu tahun dihargai 86 persen. Untuk usia dua tahun, nilainya 78 persen, dan tiga tahun tetap di kisaran 70 persen dari harga beli.
Penjualan Tumbuh Positif
Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), VinFast mencatat penjualan sekitar 2.800 unit kendaraan listrik sepanjang tahun 2025. Capaian ini menempatkan VinFast pada posisi keenam dalam daftar merek kendaraan listrik terlaris di Indonesia.
Saat ini, VinFast menawarkan berbagai pilihan model untuk pasar domestik, seperti VF 3, VF 6, dan VF e34, yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat urban dan keluarga muda.
Dengan strategi inovatif, layanan purna jual yang kuat, serta komitmen terhadap energi bersih, VinFast optimistis dapat menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik Indonesia.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com






