Indonesia Battery Corporation Kolaborasi Bersama Nuode New Materials dan China Hualong International Construction Corporation (Sinoron)

JurnalLugas.Com – Indonesia Battery Corporation (IBC) terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam industri baterai kendaraan listrik (EV) dengan menjalin kerja sama strategis dengan dua perusahaan terkemuka dari Tiongkok, yaitu Nuode New Materials dan China Hualong International Construction Corporation (Sinoron). Kerja sama ini resmi ditandatangani melalui nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Jakarta pada tanggal 30 September 2024.

Dalam penjelasannya, Direktur Pengembangan dan Operasi IBC, Jeffrie N. Korompis, menyatakan bahwa rencana kerja sama ini merupakan bagian dari strategi onshoring IBC untuk mengembangkan ekosistem baterai nasional. Ia menekankan pentingnya upaya ini agar Indonesia dapat menjadi pusat produksi dalam industri baterai global. Kerja sama ini tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga mencakup riset dan pengembangan yang mendalam terkait dengan bahan baku baterai.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Ferrari Amalfi Perpaduan Elegan Warisan Italia dan Performa Supercar EV Maranello

Kemitraan antara IBC, Nuode, dan Sinoron mencakup beberapa aspek penting, antara lain:

  1. Studi Pasar Foil Tembaga: Kerja sama ini akan melibatkan penelitian bersama untuk memahami potensi pasar foil tembaga yang diperlukan untuk baterai lithium-ion dan papan sirkuit cetak (PCB).
  2. Penjajakan Pasokan Bahan Baku: Ketiga perusahaan akan melakukan penjajakan pasokan katoda tembaga dan asam sulfat, yang merupakan komponen kunci dalam produksi baterai.
  3. Usaha Patungan Foil Tembaga: Rencana investasi juga mencakup pembentukan usaha patungan untuk produksi foil tembaga, yang berfungsi sebagai bahan baku untuk anoda baterai dan PCB elektronik.

Nuode New Materials dikenal sebagai salah satu produsen foil tembaga terbesar di dunia. Perusahaan ini memiliki empat pabrik foil tembaga elektrolitik di Tiongkok, dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 265 ribu ton. Nuode juga telah menjalin kemitraan dengan beberapa raksasa industri baterai global, seperti CATL dan LG New Energy.

Di sisi lain, China Hualong International Construction Corporation (Sinoron) merupakan bagian dari Fulcrum Consortium, yang berfokus pada pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik di Tiongkok. Kerja sama dengan Sinoron diharapkan dapat memperkuat rantai pasok baterai di Indonesia dan mendukung program hilirisasi tembaga yang sedang digalakkan.

Baca Juga  Changan Pasang Target Ambisius 2030, 4 Juta Penjualan per Tahun, Fokus EV Global

Dengan adanya kerja sama ini, Indonesia Battery Corporation menunjukkan komitmennya untuk mengembangkan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Melalui kemitraan dengan perusahaan-perusahaan terkemuka dari Tiongkok, IBC berupaya memanfaatkan potensi sumber daya lokal dan mengintegrasikan teknologi mutakhir, sehingga Indonesia dapat berkontribusi lebih besar dalam pasar baterai global. Upaya ini diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor energi terbarukan di tanah air.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait