JurnalLugas.Com – Sejarah baru tercipta di Amerika Serikat. Zohran Mamdani resmi dilantik sebagai Wali Kota New York termuda dalam satu abad terakhir, sekaligus menjadi pemimpin Muslim pertama dan keturunan Asia Selatan pertama yang menakhodai kota metropolitan tersebut.
Politikus progresif berusia 33 tahun itu berhasil memenangkan kontestasi politik yang ketat setelah mengalahkan mantan Gubernur Andrew Cuomo (independen) dan Curtis Sliwa (Partai Republik). Dalam pemungutan suara tiga arah tersebut, Mamdani meraih lebih dari 50 persen suara dengan dominasi mencapai 91 persen di sejumlah distrik utama.
Janji Reformasi Pajak dan Pemerintahan Bersih
Dalam pidato kemenangannya, Mamdani menegaskan komitmennya untuk “mengakhiri budaya korupsi” yang selama ini menguntungkan para miliarder. Ia berencana menaikkan pajak penghasilan bagi warga terkaya sebesar 2 persen, serta meninjau ulang kebijakan keringanan pajak yang dianggap tidak adil.
“Saya ingin memastikan New York bukan hanya kota bagi yang mampu, tetapi juga tempat hidup yang layak bagi semua warganya,” ujarnya dalam pidato yang disiarkan langsung oleh beberapa jaringan media nasional.
Mamdani, yang menyebut dirinya “sosialis demokrat”, juga menyoroti pentingnya layanan publik. Ia berjanji untuk menyediakan transportasi bus gratis, perawatan anak universal, perumahan dengan sewa stabil, serta kenaikan upah minimum. Langkah-langkah ini disebut sebagai bagian dari visinya menciptakan “kota yang berkeadilan sosial.”
Profil Singkat Zohran Mamdani
Lahir pada 18 Oktober 1991 di Kampala, Uganda, pria bernama lengkap Zohran Kwame Mamdani berasal dari keluarga akademisi dan seniman. Ibunya, Mira Nair, dikenal sebagai sutradara peraih nominasi Oscar, sementara ayahnya, Mahmood Mamdani, merupakan profesor terkemuka di Universitas Columbia.
Mamdani menghabiskan masa kecilnya di Cape Town, Afrika Selatan, sebelum hijrah ke New York di usia tujuh tahun. Ia menempuh pendidikan di Bronx High School of Science dan melanjutkan studi di Bowdoin College, Maine, dengan gelar di bidang Studi Afrika.
Sebelum terjun ke dunia politik, ia bekerja sebagai konselor pencegahan penggusuran di Astoria, Queens membantu warga berpenghasilan rendah agar tidak kehilangan tempat tinggal.
Karier Politik dan Aktivisme Sosial
Karier politik Mamdani dimulai saat ia terpilih menjadi anggota Majelis Negara Bagian New York pada tahun 2020. Sejak menjabat pada 2021, ia dikenal vokal memperjuangkan isu-isu sosial, terutama hak pekerja dan keadilan ekonomi.
Salah satu aksinya yang paling dikenal adalah saat mogok makan selama 15 hari pada 2021 sebagai bagian dari kampanye Excluded Workers Fund, yang memperjuangkan bantuan bagi pekerja yang tidak menerima tunjangan pandemi COVID-19. Tekanan publik yang dipelopori gerakan tersebut berhasil mendorong pemerintah negara bagian untuk menyetujui dana bantuan sebesar 2,1 miliar dolar AS (sekitar Rp35 triliun).
Selain isu ekonomi, Mamdani juga dikenal lantang dalam isu kemanusiaan internasional. Ia mengecam agresi Israel di Gaza dan menyebutnya sebagai bentuk “genosida” yang dilakukan oleh pemerintahan Benjamin Netanyahu. Ia bahkan menyatakan, apabila Netanyahu berkunjung ke New York, ia tidak akan segan mengambil langkah hukum atas pelanggaran HAM yang diduga dilakukan di wilayah tersebut.
Simbol Harapan Generasi Baru
Terpilihnya Zohran Mamdani menandai gelombang baru dalam politik Amerika, di mana keberagaman identitas dan perjuangan kesetaraan menjadi kekuatan utama. Dengan usia muda, visi progresif, dan akar sosial yang kuat, Mamdani diharapkan mampu membawa arah baru bagi New York menuju kota yang lebih inklusif dan berkeadilan.
“Kemenangan ini bukan milik saya, tapi milik setiap warga yang percaya bahwa kota ini bisa berubah,” ujar Mamdani di hadapan ribuan pendukungnya di Queens.
Baca berita lainnya JurnalLugas.Com






