JurnalLugas.Com – Jumlah korban tewas akibat kebakaran hebat di kompleks apartemen Wang Fuk Court terus meningkat dan kini mencapai 146 jiwa, menjadikannya tragedi kebakaran paling mematikan yang dialami Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir.
Laporan terbaru pada Minggu (30/11/2025) menyebutkan bahwa unit verifikasi korban telah mengonfirmasi 159 orang yang sebelumnya hilang dalam keadaan selamat, meski proses identifikasi korban tewas masih berlangsung.
Kepala unit verifikasi korban, Tsang Shuk-yin, mengatakan angka korban luka naik menjadi 79 orang, termasuk 12 petugas pemadam kebakaran yang terluka saat melakukan operasi penyelamatan. Ia juga menjelaskan bahwa terdapat 100 laporan orang hilang yang belum dapat diverifikasi karena data pelapor tidak lengkap atau individu yang dilaporkan bukan penghuni resmi Wang Fuk Court.
Hingga kini, 40 orang masih dinyatakan hilang, dan operasi pencarian terus dilakukan. Media lokal South China Morning Post melaporkan bahwa tim penyelamat masih menemukan jasad tambahan di beberapa lantai gedung yang hangus.
Hong Kong Bertabur Duka, Operasi Penyelamatan Masuki Hari Kelima
Pemerintah Hong Kong resmi memasuki masa berkabung selama tiga hari sejak Sabtu. Bendera diturunkan setengah tiang, sementara keluarga korban dan warga setempat berkumpul untuk menggelar doa bersama di berbagai titik kota.
Meski api telah dikuasai, operasi penyelamatan telah memasuki hari kelima karena kondisi struktur bangunan yang rapuh dan visibilitas rendah membuat tim harus bekerja ekstra hati-hati.
Otoritas memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa mungkin masih bertambah, mengingat masih banyak lantai yang belum sepenuhnya dapat diakses.
Api Menyebar Hanya dalam Hitungan Menit
Kebakaran dahsyat tersebut terjadi pada Rabu siang, melalap salah satu dari delapan menara di komplek yang memiliki lebih dari 1.900 unit dan dihuni sekitar 4.000 orang.
Menurut penyelidik, penyebab utama cepatnya penyebaran api disebabkan oleh perancah bambu yang digunakan untuk pekerjaan renovasi eksterior, serta lembaran plastik penutup jendela yang memicu kobaran api menjalar secara vertikal dalam hitungan menit.
“Material luar bangunan berperan besar mempercepat penyebaran api ke lantai lain,” ujar seorang penyidik yang enggan disebutkan namanya.
Pada Jumat, sekitar 800 warga telah dievakuasi ke hotel dan tempat tinggal sementara akibat kerusakan struktur yang dinilai berbahaya.
Tiga Orang Ditangkap, Diduga Bertanggung Jawab atas Kegagalan Konstruksi
Polisi Hong Kong menahan dua direktur serta seorang konsultan teknik dari Prestige Construction & Engineering Company. Ketiganya diduga melakukan pembunuhan tidak berencana (manslaughter) terkait dugaan kelalaian dalam pemasangan perancah yang memperburuk situasi kebakaran.
Pihak berwenang menyatakan investigasi penuh masih berlangsung untuk menentukan apakah ada pelanggaran standar keselamatan konstruksi yang berkontribusi pada besarnya jumlah korban.
Tragedi Level 5 Pertama dalam 17 Tahun
Kebakaran di Wang Fuk Court menjadi yang pertama dalam 17 tahun terakhir yang mencapai status darurat level 5, level tertinggi dalam sistem penanganan bencana kota tersebut. Status ini hanya diberikan untuk insiden dalam skala sangat besar yang berpotensi menimbulkan korban jiwa massal.
Pemerintah Hong Kong berjanji akan melakukan audit total standar keselamatan bangunan, terutama pada proyek renovasi yang menggunakan perancah tradisional berbahan bambu.
Baca berita lengkap lainnya dapat dibaca di: https://JurnalLugas.Com






