JurnalLugas.Com – Langkah PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memasuki pasar modal internasional melalui pencatatan Hong Kong Depositary Receipts (HDR) menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan tambang nasional mulai memperluas akses pendanaan dan eksposur investor di tingkat global.
Perseroan baru-baru ini memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia terkait rencana pencatatan HDR di Bursa Efek Hong Kong.
Aksi korporasi tersebut dinilai sebagai upaya strategis untuk meningkatkan visibilitas perusahaan di hadapan investor internasional tanpa melakukan penambahan modal baru.
Dalam skema yang ditawarkan, harga maksimum HDR ditetapkan sebesar HKD26,6 per unit. Setiap HDR merepresentasikan kepemilikan atas 10 saham biasa EMAS, sehingga nilai tersebut setara sekitar Rp6.118 per saham.
Angka tersebut menunjukkan adanya penyesuaian harga dibandingkan perdagangan saham EMAS di Bursa Efek Indonesia.
Namun secara historis, valuasi tersebut masih mencerminkan kenaikan signifikan dibanding harga penawaran umum perdana (IPO) perusahaan yang dilakukan pada September 2025.
Strategi Ekspansi Tanpa Dilusi Saham
Berbeda dengan aksi penggalangan dana yang umumnya dilakukan melalui penerbitan saham baru, transaksi HDR EMAS menggunakan saham yang berasal dari pemegang saham eksisting.
Dengan mekanisme tersebut, perusahaan tidak memperoleh dana hasil penawaran. Seluruh saham yang menjadi dasar penerbitan HDR berasal dari pelepasan sebagian kepemilikan pemegang saham lama.
Manajemen perusahaan menegaskan bahwa tidak ada aksi penambahan modal maupun penerbitan saham baru dalam transaksi ini.
“Seluruh saham dasar HDR berasal dari pemegang saham yang telah ada sehingga perusahaan tidak menerima dana hasil penawaran tersebut,” demikian keterangan singkat manajemen.
Kebijakan ini dinilai mampu menjaga struktur permodalan perusahaan sekaligus memberikan akses kepada investor internasional untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan EMAS.
Investor Global Mulai Mengincar Sektor Tambang Indonesia
Minat investor terhadap penawaran HDR EMAS disebut cukup tinggi. Sejumlah investor institusi global bahkan telah mengambil posisi sebagai investor jangkar atau cornerstone investors.
Kehadiran investor besar dari sektor komoditas, keuangan, dan investasi menunjukkan bahwa sektor pertambangan Indonesia masih menjadi salah satu tujuan investasi yang menarik di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap mineral dan logam strategis.
Sekitar separuh dari total HDR yang ditawarkan telah diamankan oleh kelompok investor tersebut sebelum proses pencatatan resmi dilakukan.
Analis pasar menilai partisipasi investor internasional dapat meningkatkan kredibilitas perusahaan di pasar global sekaligus memperluas basis pemegang saham di luar Indonesia.
Meskipun sebagian saham akan diperdagangkan melalui instrumen HDR di Hong Kong, pengaruhnya terhadap struktur kepemilikan perusahaan diperkirakan tidak terlalu besar.
Mayoritas saham EMAS tetap tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Kondisi tersebut membuat likuiditas utama saham perseroan masih berpusat di pasar domestik.
Langkah dual listing melalui instrumen depositary receipts juga dinilai memberikan keuntungan berupa diversifikasi investor tanpa mengurangi posisi strategis pasar modal Indonesia sebagai pusat perdagangan saham perusahaan.
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp100 Triliun
Berdasarkan harga penawaran HDR yang telah diumumkan, nilai pasar EMAS saat memasuki Bursa Hong Kong diperkirakan mencapai sekitar Rp102 triliun.
Nilai tersebut hampir setara dengan kapitalisasi pasar perusahaan di Bursa Efek Indonesia saat ini. Kesetaraan valuasi tersebut menunjukkan bahwa pasar internasional memberikan apresiasi yang relatif sejalan terhadap prospek bisnis EMAS.
Pengamat pasar menilai pencatatan HDR dapat menjadi momentum penting bagi perusahaan-perusahaan Indonesia yang memiliki ambisi memperluas akses investor global tanpa harus memindahkan basis operasional maupun perdagangan utama dari dalam negeri.
Jika proses pencatatan berjalan sesuai rencana, EMAS berpotensi menjadi salah satu emiten Indonesia yang semakin dikenal investor internasional dan memperkuat posisi sektor pertambangan nasional di panggung pasar modal dunia.
Baca berita ekonomi dan bisnis terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(Hans)





