Allied Hill Limited Hong Kong Resmi Akuisisi PT Toba Pulp Lestari Kepemilikan Capai 92,42 Persen

JurnalLugas.Com – PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) resmi beralih kepemilikan mayoritas setelah diakuisisi oleh Allied Hill Limited (AHL), perusahaan investasi asal Hong Kong yang baru berdiri pada April 2025. AHL mengambil alih saham INRU melalui transaksi pasar negosiasi senilai lebih dari Rp555 miliar.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 13 Juni 2025, disebutkan bahwa AHL didirikan pada 11 April 2025 dengan alamat terdaftar di 13/F, 136 Des Voeux Road Central, Central, Hong Kong. Meski baru berusia dua bulan, AHL kini memegang kendali atas mayoritas saham INRU.

Bacaan Lainnya

AHL dimiliki sepenuhnya oleh Everpro Investments Limited, yang juga dikendalikan oleh Joseph Oetomo selaku direktur. Meskipun begitu, manajemen Toba Pulp menyatakan tidak mengetahui adanya hubungan afiliasi antara pengendali baru dengan perusahaan terbuka lainnya.

Baca Juga  PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Akuisisi 82% Saham PT Mah Sing Indonesia, Nilai Transaksi Capai Rp41 Miliar

“Allied Hill Limited bukan entitas afiliasi yang dikenal Perseroan. Kami tidak memiliki informasi tambahan mengenai latar belakang pendiriannya,” ungkap manajemen Toba Pulp dalam surat tanggapan kepada BEI.

Akuisisi ini dilakukan melalui pembelian 1.283.649.894 saham INRU yang sebelumnya dimiliki Pinnacle Company Pte Ltd. Dengan harga pembelian sebesar Rp433 per saham, total transaksi mencapai sekitar Rp555,8 miliar.

Pasca transaksi tersebut, kepemilikan Allied Hill di tubuh Toba Pulp melonjak menjadi 92,42 persen. Sementara itu, sisanya sebesar 7,58 persen masih dimiliki publik. Meski kepemilikan publik menipis, manajemen menyatakan belum dapat memastikan waktu pelaksanaan mandatory tender offer atau Penawaran Tender Wajib.

“Apabila diperlukan, Perseroan akan melakukan pemenuhan ketentuan free float setelah terjadi perubahan pengendali, sesuai aturan Bursa Efek Indonesia,” jelas pihak manajemen.

Baca Juga  Prodia Terapi Sel Punca Lewat Akuisisi ProSTEM dan Kerja Sama RS Atma Jaya

Dari sisi kinerja, kondisi keuangan Toba Pulp belum menunjukkan perbaikan signifikan. Pada kuartal I-2025, perusahaan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp60,2 miliar, meningkat 34,7 persen dari kerugian Rp44,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Rugi bersih per saham kini tercatat sebesar Rp43,03.

Dengan masuknya AHL sebagai pengendali baru, pasar menanti arah strategis baru dari Toba Pulp Lestari ke depan. Terlebih, langkah selanjutnya seperti restrukturisasi atau konsolidasi bisnis dinilai sangat mungkin terjadi.

Baca berita selengkapnya dan update bisnis terkini hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait