JurnalLugas.Com — BYD kembali menarik perhatian industri otomotif setelah mengonfirmasi pengembangan SUV tiga baris terbaru yang digadang-gadang menjadi model paling mewah dan terbesar dalam lini kendaraan mereka. Produk anyar ini dipersiapkan untuk berada di atas Sealion 8, sekaligus menjadi penantang serius di segmen SUV besar global.
Dimensi Raksasa, Lebih Panjang dari Palisade hingga X7
SUV baru tersebut dikabarkan memiliki panjang lebih dari 5,2 meter, membuatnya lebih besar dibandingkan Hyundai Palisade (5060 mm) bahkan menyamai dimensi SUV mewah seperti BMW X7 (5181 mm). Ukuran ini menempatkan produk baru BYD sebagai salah satu SUV terbesar yang pernah mereka produksi.
Model yang masih menggunakan nama kode ‘Dynasty-D’ ini diposisikan sebagai flagship di lini BYD, namun tidak termasuk dalam sub-brand mewah Denza. Meski begitu, berbagai fitur premium dipastikan akan dibawa untuk menjaga kelasnya di segmen high-end.
Interior Konsep: Sentuhan Bambu, Emas, dan Teknologi Berlapis
Konsep Dynasty-D pertama kali diperlihatkan pada ajang Shanghai Auto Show 2025. Publik dibuat terkesima dengan interior bernuansa artistik yang memadukan tatahan bambu, dekorasi daun emas, serta platform infotainment multilayar yang menonjolkan kecanggihan teknologi khas BYD.
Elemen ini menunjukkan bahwa BYD semakin serius menggarap pasar premium, menyajikan estetika interior yang biasanya hanya ditemukan pada SUV mewah Eropa dan Jepang.
Opsi Mesin: Full Electric dan Plug-in Hybrid DM 5.0
BYD belum mengonfirmasi detail mesin secara resmi, namun sejumlah media otomotif Tiongkok menyebut Dynasty-D kemungkinan hadir dalam dua varian: full-electric dan plug-in hybrid (PHEV).
Salah satu kandidat yang santer dibicarakan adalah sistem hybrid terbaru DM 5.0, menggabungkan mesin bensin 1.5 liter dengan motor listrik ganda (depan dan belakang). Teknologi ini diklaim mampu menawarkan jarak tempuh hingga 200 km hanya dari tenaga listrik, menjadikannya salah satu PHEV dengan jangkauan EV terpanjang di kelasnya.
Peluncuran Mundur ke 2026, BYD Ingin Penyempurnaan Lebih Mendalam
Meskipun eksterior Dynasty-D disebut sudah mendekati tahap produksi, BYD memutuskan menunda peluncuran yang awalnya dijadwalkan pada 2025. Perusahaan kini menargetkan debut resminya di Tiongkok pada kuartal kedua 2026.
Menurut sumber industri, penundaan ini terjadi akibat kompetisi ketat di pasar SUV premium Tiongkok. BYD memilih memperhalus desain serta meningkatkan kualitas keseluruhan demi memastikan Dynasty-D mampu bersaing dengan SUV premium global.
Masuk Seri Dynasty, Fokus pada Kenyamanan Premium
Versi produksi Dynasty-D akan menjadi bagian dari Seri Dynasty, lini kendaraan BYD yang identik dengan desain berkelas dan fitur premium. Berbeda dengan Seri Ocean yang lebih berfokus pada efisiensi, Seri Dynasty diarahkan untuk konsumen yang mengutamakan kemewahan dan kenyamanan.
SUV besar ini diprediksi hadir dalam dua konfigurasi:
- 6 kursi: menyasar konsumen bisnis dan eksekutif
- 7 kursi: cocok untuk keluarga modern
Pada varian tertinggi, fitur-fitur unggulan seperti kursi kapten baris kedua dengan sandaran tanpa gravitasi, lengkap dengan pemanas, ventilasi, dan mode pijat, diperkirakan akan dipertahankan dari versi konsep.
Dynasty-D menjadi sinyal kuat bahwa BYD ingin memperluas dominasinya, bukan hanya di segmen EV terjangkau, tetapi juga di pasar SUV premium global. Jika seluruh fitur konsep dipertahankan, SUV raksasa ini berpotensi menjadi salah satu kendaraan paling kompetitif di kelasnya saat meluncur pada 2026.
Sumber berita dan informasi lainnya dapat diakses melalui:
JurnalLugas.Com






