JurnalLugas.Com — Komitmen PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) dalam menciptakan lingkungan kerja inklusif kembali terbukti. Dari total 327 pekerja disabilitas yang tergabung dalam program Alfability, sebanyak 248 orang berhasil memperoleh kenaikan jenjang karir sepanjang tahun 2025.
Human Capital General Manager Alfamidi, Christiana Windarsih, menegaskan bahwa perusahaan konsisten membuka ruang yang setara bagi seluruh karyawan, termasuk pekerja disabilitas.
“Kami memastikan memberikan kesempatan jenjang karir kepada pekerja disabilitas dan membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya,” ujar Christiana di Tangerang, Minggu (7/12/2025).
Komitmen Sejak 2019, Alfamidi Lampaui Kuota UU Disabilitas
Christiana memaparkan bahwa Alfamidi telah menjalankan kebijakan inklusi sejak 2019. Kebijakan ini merupakan bentuk dukungan terhadap UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Hingga kini, tercatat 327 pekerja disabilitas bekerja di berbagai lini usaha perusahaan, dengan komposisi:
- 41 tunanetra parsial
- 59 tunarungu
- 6 tunagrahita
- 160 tunadaksa
- 8 tunawicara
- 53 disabilitas ganda
“Alfamidi telah melampaui kuota satu persen pekerja disabilitas dari total lebih dari 30.000 karyawan,” tambahnya.
Lingkungan Kerja Inklusif dan Fasilitas untuk Komunikasi
Untuk mendukung aktivitas harian, perusahaan menyediakan berbagai fasilitas agar relasi antarpekerja berjalan lancar. Salah satunya adalah pelatihan bahasa isyarat bagi karyawan non-disabilitas.
Karyawan disabilitas yang bekerja di toko juga menggunakan seragam atau pin khusus sesuai ragam disabilitasnya, sehingga konsumen dapat memahami dan memberi ruang komunikasi yang layak.
“Ruang inklusi bagi penyandang disabilitas tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga membangun budaya kerja yang menghargai keberagaman,” kata Christiana.
Cerita Pekerja: Dari Ojek Online hingga Kuliah Sambil Bekerja
Royan Wahyu, pekerja tunarungu yang bergabung sejak 2022 setelah berhenti dari pekerjaan sebagai ojek online, mengaku menemukan kesempatan baru dan kenyamanan bekerja di Alfamidi.
“Sekarang saya sedang kuliah jurusan Akuntansi di Universitas Terbuka sejak 2023. Semoga bisa meraih gelar S1 untuk menunjang pekerjaan lebih baik,” ungkap Royan melalui penerjemah bahasa isyarat.
Dari Tunanetra Parsial Menjadi Wakil Kepala Toko
Kisah inspiratif juga datang dari Indu Rahma, seorang tunanetra parsial yang bergabung pada 2019 dan kini dipercaya sebagai Wakil Kepala Toko.
“Dulu orang tua khawatir saya tidak bisa bekerja karena kekurangan yang saya miliki. Tapi Alfamidi membuktikan kami mampu. Semoga semakin banyak lapangan kerja untuk penyandang disabilitas,” ujarnya.
Melalui program Alfability, Alfamidi menegaskan komitmennya bahwa perusahaan modern tidak cukup hanya menyediakan pekerjaan, tetapi juga memastikan ruang pertumbuhan yang adil bagi seluruh karyawan, termasuk penyandang disabilitas.
Selengkapnya kunjungi: JurnalLugas.Com






