AS Grebek Kapal Tanker Raksasa Venezuela, Muatan USD 78 Juta Disita, Keluarga Maduro Kena Sanksi

Donald trump
Foto : Presiden Amerika Serikat Donald Trump

JurnalLugas.ComAmerika Serikat kembali memperketat tekanan terhadap Venezuela. Pada Kamis, 11 Desember 2025, Washington resmi mengumumkan paket sanksi baru yang menyasar industri minyak Venezuela serta sejumlah anggota keluarga Presiden Nicolás Maduro. Langkah ini disertai upaya penyitaan minyak bernilai puluhan juta dolar dari sebuah kapal tanker besar yang baru saja dikuasai pasukan AS di perairan internasional.

Sektor Minyak Jadi Target Utama

Sanksi terbaru menimpa tiga keponakan istri Maduro serta enam perusahaan pelayaran yang dituding berperan dalam jejaring penyelundupan minyak Venezuela. Selama bertahun-tahun, pemerintahan Maduro bertahan dengan menjual minyak secara sembunyi-sembunyi melalui armada kapal tanker bayangan dan perantara global.

Bacaan Lainnya

Seorang analis energi Amerika menyebut langkah tersebut sebagai “pengetatan signifikan terhadap jalur distribusi gelap yang menopang ekonomi Venezuela”.

Kapal Tanker Skipper, Fokus Baru AS

Secara terpisah, pemerintahan Trump juga mengupayakan kewenangan hukum untuk menyita minyak dari kapal Skipper, sebuah supertanker yang direbut pasukan AS sehari sebelumnya di laut internasional dekat Venezuela.

Menurut Karoline Leavitt, juru bicara Gedung Putih, minyak yang diangkut Skipper berasal dari perusahaan negara Venezuela. AS telah mengantongi surat perintah untuk menyita kapalnya karena diduga digunakan sebelumnya untuk penyelundupan minyak Iran namun belum memiliki otorisasi hukum untuk menyita kargo minyak yang ada saat ini.

“Semua proses hukum terkait penyitaan minyak tersebut akan dijalankan sesuai aturan,” ujar Leavitt dalam konferensi pers di Washington.

Bagian dari Strategi Menekan Pemerintahan Maduro

Pengambilalihan Skipper dan sanksi baru ini dianggap sebagai babak baru strategi tekanan maksimal Presiden Donald Trump terhadap Maduro. Trump berulang kali menuduh Maduro memimpin “kartel narkoterorisme”, serta mengizinkan operasi militer terhadap kapal-kapal yang dituding menyelundupkan narkoba klaim yang kerap dilontarkan tanpa bukti publik.

Sejumlah pejabat AS, baik yang masih menjabat maupun sudah purna tugas, menilai penggunaan kekuatan militer ini menandakan tujuan jangka panjang: mengisolasi dan melemahkan rezim Maduro.

Dampak terhadap Pasar Minyak Global

Pakar energi menilai tindakan Washington akan membuat lebih sedikit kapal tanker yang bersedia mengangkut minyak dari Venezuela. Hal ini semakin mempersempit jalur ekspor negara yang sangat bergantung pada penjualan minyak mentah.

Meski demikian, dampaknya pada harga global relatif kecil. Minyak AS masih bertahan di sekitar USD 58 per barel, sebab produksi Venezuela saat ini hanya kurang dari 1% konsumsi minyak dunia.

Skipper: Kapal Raksasa Bernilai USD 78 Juta

Informasi baru menunjukkan awak kapal Skipper didominasi warga Rusia. Pemerintah AS telah meminta kapal itu berlayar menuju Amerika Serikat, dan jika perlu, AS menyiapkan awak pengganti.

Kapal berkapasitas 2 juta barel itu hampir penuh saat meninggalkan pelabuhan Venezuela sebulan lalu. Menurut data Kpler, total nilai muatan mencapai sekitar USD 78 juta, sebagaimana dijelaskan ekonom Universitas Denver, F. Rodríguez.

Upaya Menyembunyikan Aktivitas di Laut

Rekaman satelit menunjukkan Skipper diduga mencoba menyamarkan posisi dan aktivitasnya, ciri khas kapal yang beroperasi dalam jaringan penyelundupan minyak gelap.

Pada 6 Desember, Skipper diketahui melakukan ship-to-ship transfer dekat Curaçao, memindahkan sekitar 50.000 barel minyak ke tanker lain, Neptune 6. Data pelacakan menunjukkan Neptune 6 kini menuju Kuba, menurut analis minyak Kpler, H. Falakshahi.

Armada Hantu Venezuela–Iran

Penggunaan aset militer AS untuk menyita kapal tanker asing di laut lepas bukanlah hal lazim. Namun Skipper telah lama menjadi perhatian Washington sebagai bagian dari “armada hantu” yang dipakai Venezuela dan Iran untuk menghindari sanksi internasional.

Catatan pelacakan dari Kpler dan TankerTrackers menunjukkan Skipper beberapa tahun terakhir aktif mengangkut minyak untuk kedua negara tersebut di berbagai jalur global.

Sumber berita dan pembaruan lainnya dapat diakses melalui: https://JurnalLugas.com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Jepang Desak AS Buka Diskusi Tarif Ini Strategi Baru Tokyo Hadapi Trump

Pos terkait