JurnalLugas.Com — PT Krakatau Steel (Persero) Tbk kembali memperoleh angin segar dalam upaya pemulihan dan transformasi bisnis. Emiten baja pelat merah berkode KRAS ini mendapatkan dukungan pendanaan berupa pinjaman pemegang saham (shareholder loan) dari PT Danantara Asset Management senilai USD290 juta atau setara sekitar Rp4,93 triliun.
Pendanaan tersebut dinilai menjadi bukti kepercayaan Danantara terhadap arah transformasi Krakatau Steel yang tengah dijalankan secara konsisten. Manajemen menilai suntikan dana ini akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat kinerja sekaligus menjaga keberlanjutan usaha perusahaan.
Direktur Utama Krakatau Steel, Djohan Akbar, menyampaikan bahwa perseroan telah menetapkan target strategis yang harus dicapai hingga 2026. Target tersebut tidak hanya berfokus pada capaian finansial, tetapi juga mencerminkan pergerakan menyeluruh seluruh elemen Krakatau Steel Group dalam mempercepat transformasi dan peningkatan kinerja.
Menurutnya, dukungan pendanaan ini menjadi katalis bagi perusahaan untuk melangkah lebih agresif dalam memperkuat struktur operasional dan bisnis inti baja nasional.
Sebagian besar dana pinjaman akan dialokasikan sebagai modal kerja guna menopang aktivitas operasional. Dalam rencana strategis jangka menengah, Krakatau Steel menargetkan pengoperasian fasilitas Hot Strip Mill (HSM) dengan kapasitas produksi sekitar 120 ribu ton per bulan, serta Cold Rolling Mill (CRM) sebesar 50 ribu ton per bulan. Optimalisasi fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan volume produksi sekaligus efisiensi.
Tak hanya fokus pada aspek operasional, manajemen juga menaruh perhatian besar pada transformasi budaya kerja internal. Nilai-nilai seperti tanggung jawab, kepedulian, produktivitas, disiplin, hingga rasa kepemilikan terhadap perusahaan terus ditekankan sebagai fondasi perubahan jangka panjang.
Krakatau Steel juga menjalankan program regenerasi berkelanjutan dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi talenta muda untuk berkembang, berinovasi, dan terlibat dalam peran strategis. Di sisi lain, para senior tetap diberi ruang untuk berbagi pengalaman, nilai, dan kebijaksanaan demi menjaga kesinambungan organisasi.
Manajemen menilai kolaborasi lintas generasi menjadi kekuatan penting dalam membangun Krakatau Steel sebagai organisasi yang adaptif, solid, dan berorientasi masa depan, sejalan dengan tantangan industri baja yang semakin kompetitif.
Dengan dukungan pendanaan dan transformasi menyeluruh, Krakatau Steel optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai tulang punggung industri baja nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kinerja perseroan ke depan.
Baca berita ekonomi dan industri strategis lainnya di: https://jurnalluguas.com






