JurnalLugas.Com — Pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 22–24 Desember 2025 menunjukkan kecenderungan melambat. Situasi ini terjadi seiring waktu perdagangan yang lebih singkat menjelang libur dan cuti bersama Natal 2025. Meski demikian, aktivitas transaksi masih didominasi sejumlah saham yang mencatatkan frekuensi dan nilai perdagangan tinggi.
Berdasarkan data resmi BEI, rata-rata volume transaksi harian selama sepekan tersebut turun cukup signifikan. Volume perdagangan tercatat menyusut 18,44 persen menjadi 38,336 miliar saham, dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 47,003 miliar saham. Penurunan ini mencerminkan sikap wait and see investor di tengah momentum akhir tahun.
Tidak hanya volume, nilai transaksi harian juga mengalami koreksi tajam. Rata-rata nilai transaksi harian BEI turun 30,91 persen menjadi Rp23,696 triliun dari sebelumnya Rp34,296 triliun. Tekanan likuiditas ini menjadi gambaran umum pasar yang cenderung bergerak hati-hati.
Sementara itu, frekuensi transaksi harian relatif stabil. Rata-rata frekuensi hanya berubah 2,23 persen menjadi 2,737 juta kali transaksi, sedikit lebih rendah dibandingkan pekan lalu yang berada di level 2,799 juta transaksi.
Sejalan dengan perlambatan aktivitas perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut terkoreksi. Dalam sepekan, IHSG melemah 0,83 persen dan ditutup di level 8.537,91, turun dari posisi 8.609,55 pada pekan sebelumnya.
Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami penyesuaian. Nilai kapitalisasi tercatat berubah 1,36 persen menjadi Rp15.603 triliun, dari sebelumnya Rp15.788 triliun. Meski fluktuatif, angka ini masih mencerminkan daya tahan pasar saham domestik di tengah dinamika global dan musiman.
Daftar 10 Saham Paling Aktif Diperdagangkan (22–24 Desember 2025)
Mengutip ringkasan data BEI, berikut sepuluh saham dengan aktivitas transaksi tertinggi selama sepekan pendek menjelang libur Natal:
- BUMI
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menempati posisi teratas sebagai saham paling aktif. Frekuensi transaksi mencapai sekitar 778 ribu kali, dengan total nilai perdagangan menembus Rp9,63 triliun. - SUPA
Emiten pendatang baru, PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), langsung menarik perhatian investor. Saham ini diperdagangkan sekitar 727 ribu kali dengan nilai transaksi Rp2,62 triliun. - INET
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatat frekuensi transaksi sekitar 373 ribu kali, dengan nilai perdagangan mencapai Rp2,36 triliun. - DEWA
Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) membukukan nilai transaksi Rp2,27 triliun dengan frekuensi sekitar 249 ribu kali perdagangan. - CDIA
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) ditransaksikan sekitar 136 ribu kali, dengan nilai mencapai Rp698,10 miliar. - ARCI
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatatkan frekuensi transaksi sekitar 130 ribu kali, dengan nilai perdagangan Rp1,11 triliun. - ANTM
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diperdagangkan sekitar 122 ribu kali, dengan nilai transaksi mencapai Rp2,12 triliun. - FIRE
PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) mencatat frekuensi transaksi sekitar 109 ribu kali, dengan nilai perdagangan Rp194,47 miliar. - BRMS
Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) diperdagangkan sekitar 98 ribu kali, dengan nilai transaksi Rp1,34 triliun. - PADA
PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) melengkapi daftar sepuluh besar dengan frekuensi sekitar 97 ribu kali transaksi dan nilai Rp294 miliar.
Pengamat pasar menilai perlambatan ini bersifat musiman dan wajar terjadi menjelang libur panjang akhir tahun. Investor cenderung menahan posisi sambil menunggu katalis baru di awal tahun, baik dari sisi kinerja emiten maupun arah kebijakan ekonomi.
Untuk informasi ekonomi, pasar modal, dan analisis bisnis terkini lainnya, kunjungi https://jurnalluguas.com.






