JurnalLugas.Com — Keputusan Israel mengakui Somaliland sebagai negara merdeka memicu gelombang penolakan dari berbagai negara dan organisasi internasional. Langkah ini dianggap melanggar hukum internasional dan berpotensi menimbulkan ketidakstabilan regional dan global.
Turki dan Somalia Kecam Pengakuan Israel
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Oncu Keceli, menyebut pengakuan Israel sebagai campur tangan ilegal dalam urusan internal Somalia. “Keputusan terkait masa depan Somalia harus mencerminkan kehendak rakyatnya. Turki tetap mendukung perdamaian dan keutuhan wilayah Somalia,” ujarnya.
Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud, menegaskan pengakuan Israel bertentangan dengan hukum internasional. “Somalia dan rakyatnya adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan,” kata Mohamud. Kementerian Luar Negeri Somalia menegaskan langkah Israel sebagai tindakan ilegal, sementara Presiden Negara Bagian Barat Daya Somalia, Abdiaziz Hassan Mohamed, menyatakan penolakan tegas terhadap deklarasi Netanyahu.
Sikap Afrika dan Kawasan Tanduk Afrika
Mesir, melalui Menteri Luar Negeri Badr Abdelatty, menolak pengakuan sepihak Israel dan menekankan bahwa pembentukan entitas paralel mengancam stabilitas Somalia.
Uni Afrika (AU) menegaskan komitmen terhadap persatuan dan kedaulatan Somalia. Ketua Komisi AU, Mahmoud Ali Youssouf, memperingatkan dampak pengakuan ini terhadap perdamaian Afrika.
IGAD (Otoritas Antar-Pemerintah untuk Pembangunan) menyerukan dialog dan kerja sama regional untuk menjaga stabilitas kawasan Tanduk Afrika.
Dunia Arab dan Teluk Bersatu Menolak
Sekretaris Jenderal GCC, Jasem Mohamed Albudaiwi, menilai langkah Israel berpotensi mengganggu stabilitas regional. Liga Arab melalui Sekjen Ahmed Aboul Gheit menegaskan bahwa pengakuan tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional.
Qatar, Arab Saudi, dan Yaman juga menolak pengakuan Israel, menekankan dukungan penuh terhadap kedaulatan Somalia. Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani, bahkan berbicara langsung dengan Presiden Somalia untuk menyatakan dukungan.
Amerika dan Amerika Latin Bersikap Hati-hati
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan Washington tidak berniat meniru langkah Israel terkait Somaliland. “Semuanya sedang dikaji,” ujarnya.
Venezuela menegaskan dukungan terhadap kedaulatan Somalia sebagai fondasi perdamaian di Tanduk Afrika.
Palestina, Hamas, dan Iran Kecam Pengakuan
Palestina menolak pengakuan Israel, menilai langkah itu berpotensi mendestabilisasi kawasan. Hamas menilai pertukaran pengakuan sebagai preseden berbahaya.
Iran mengecam keras pengakuan Israel, menyebutnya pelanggaran serius terhadap kedaulatan Somalia dan stabilitas Tanduk Afrika.
Pakistan dan Sudan Menyuarakan Penolakan
Pakistan menyebut langkah Israel provokatif dan ilegal, sementara Sudan menekankan risiko ancaman bagi stabilitas regional. Kedua negara menegaskan dukungan penuh terhadap persatuan dan kedaulatan Republik Federal Somalia.
Keputusan Israel mengakui Somaliland menimbulkan tekanan diplomatik luas. Konsensus internasional tetap menekankan pentingnya kedaulatan, persatuan, dan stabilitas Somalia.
Baca berita terkait dan analisis lengkap di JurnalLugas.Com






