Operasi “Absolute Resolve” Motif AS di Balik Penyerangan Trump ke Venezuela

JurnalLugas.Com — Ketegangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan Venezuela kembali menjadi sorotan internasional setelah munculnya laporan mengenai operasi besar bertajuk “Absolute Resolve” yang dikaitkan dengan langkah agresif Washington terhadap pemerintahan Nicolás Maduro. Narasi operasi tersebut memantik gelombang kecaman dari sejumlah negara, terutama Rusia dan Iran, yang menilai tindakan AS sebagai bentuk pelanggaran kedaulatan.

Di tengah kontroversi tersebut, pertanyaan utamanya mengerucut pada satu hal: mengapa Washington begitu ngotot menekan Caracas?

Bacaan Lainnya

Seorang analis hubungan internasional yang diwawancarai media regional menyebut, “Tekanan AS terhadap Venezuela tidak berdiri sendiri. Ia berada di persimpangan isu migrasi, keamanan, dan geopolitik energi,” ujar narasumber yang meminta namanya disingkat sebagai R.A.

Migrasi, Narkotika, dan Narasi Ancaman Keamanan

Dalam berbagai pernyataan politik, pemerintahan AS kerap mengaitkan Venezuela dengan lonjakan migrasi lintas perbatasan, aliran narkotika, hingga aktivitas kelompok kriminal transnasional. Narasi tersebut kemudian dikaitkan dengan langkah penetapan kelompok tertentu sebagai organisasi teroris asing (FTO) serta peningkatan intensitas operasi keamanan di kawasan Karibia dan Pasifik.

Baca Juga  Netanyahu Puji Serangan Dahsyat AS ke Iran Trump Superioritas Tak Tertandingi

Namun, di kalangan pakar kebijakan narkotika, posisi Venezuela kerap dipandang lebih sebagai wilayah transit ketimbang produsen utama. “Isu narkotika sering kali hadir sebagai bingkai kebijakan luar negeri, bukan semata-mata faktor tunggal,” kata pengamat keamanan Amerika Latin berinisial M.S.

Dimensi Hukum Internasional dan Kontroversi Serangan

Sejumlah serangan yang dikaitkan dengan operasi anti-narkotika AS sebelumnya juga menuai kritik dari ahli hukum internasional. Kritik tersebut menyoroti aspek proporsionalitas, status target, dan perlindungan warga sipil dalam konteks hukum humaniter modern.

Di sisi lain, Washington berdalih bahwa langkah tersebut merupakan upaya melindungi warganya dari jaringan kriminal lintas negara. Perdebatan inilah yang membuat persoalan Venezuela tidak sekadar isu bilateral, melainkan uji batas legitimasi penggunaan kekuatan di luar negeri.

Geopolitik Minyak: Kepentingan Ekonomi yang Tak Terhindarkan

Selain isu keamanan, Venezuela menyimpan cadangan minyak besar yang menempatkannya dalam jalur kepentingan ekonomi global. Meski produksi negara itu menurun akibat sanksi, minim investasi, dan problem tata kelola, sektor minyak tetap menjadi tulang punggung pendapatan negara.

Baca Juga  Trump Kirim Surat ke Prabowo Ancam Tarif 32% untuk Produk Indonesia Mulai Agustus

Menurut R.A., “Setiap dinamika politik di Venezuela hampir selalu bersinggungan dengan geopolitik energi. Di titik ini, kepentingan ekonomi dan kepentingan strategis sering beririsan.”

Pernyataan-pernyataan keras dari Washington terkait sektor minyak Venezuela pun semakin mempertebal dugaan bahwa persaingan pengaruh ekonomi menjadi lapisan lain di balik ketegangan kedua negara.

Akhir dari Ketegangan atau Babak Baru?

Kontroversi operasi “Absolute Resolve” menunjukkan bahwa hubungan AS–Venezuela masih bergerak dalam spektrum tekanan politik, keamanan, dan kepentingan energi. Apakah langkah ini akan berujung pada transisi politik, dialog diplomatik, atau justru membuka babak ketegangan baru masih menjadi tanda tanya besar di mata komunitas internasional.

Sebagaimana ditegaskan M.S., “Setiap tindakan sepihak di kawasan Amerika Latin akan selalu diperiksa bukan hanya dari kacamata keamanan, tetapi juga legitimasi internasional.”

Baca berita lainnya
https://JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait