Transaksi ICDX Melejit Rp130 Triliun di Awal 2026, Apa Strateginya

JurnalLugas.Com – Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) membuka tahun 2026 dengan capaian transaksi yang mencengangkan. Pada hari pertama perdagangan, total volume mencapai 28.621 lot, terdiri dari 3.778 lot transaksi multilateral dan 24.843 lot transaksi Sistem Perdagangan Alternatif (SPA).

Direktur ICDX, Nursalam, menyatakan hasil ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan bursa. “Volume perdagangan hari pertama sudah melebihi rata-rata harian 2025. Tahun ini, kami menargetkan pertumbuhan 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Lonjakan Emas Digital di Indonesia Tembus 246 Persen, Investor Muda Ugal-ugalan

Dalam hal nilai transaksi nasional, total mencapai Rp130,3 triliun, dengan Rp843,5 miliar berasal dari transaksi multilateral dan Rp129,4 triliun dari SPA. Transaksi tertinggi multilateral tercatat pada kontrak emas GOLDUDMic, dengan volume 1.024 lot senilai Rp74,6 miliar. Sementara di SPA, kontrak XAUUSD14 memimpin dengan 6.780 lot dan nilai transaksi Rp41,4 triliun.

Nursalam menambahkan, capaian hari pertama ini melebihi rata-rata transaksi harian ICDX sepanjang 2025, yang hanya 19.874 lot. Sepanjang tahun lalu, total transaksi ICDX mencapai 5.167.243 lot selama 260 hari perdagangan.

Untuk mendorong pertumbuhan lebih lanjut, ICDX akan mengimplementasikan berbagai inovasi dan layanan prima. “Kami akan mendorong transaksi multilateral dan melakukan edukasi masyarakat, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk otoritas dan pelaku pasar,” kata Nursalam.

Baca Juga  Gila, Transaksi ICDX Meledak 96%, Tembus Rp12,48 Kuadriliun di Awal 2026

Dengan langkah ini, ICDX optimistis mendorong likuiditas dan partisipasi masyarakat dalam perdagangan komoditas dan derivatif di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi bursa nasional di pasar global.

Baca berita lainnya di: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait