United UNTD Pakai Rp226,75 Miliar Dana IPO untuk Modal Kerja, Begini Sisa dan Penempatannya

JurnalLugas.Com — Produsen sepeda dan kendaraan listrik roda dua hingga tiga merek United, PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD), terus mengakselerasi pemanfaatan dana hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Hingga 31 Desember 2025, emiten manufaktur transportasi ramah lingkungan ini telah menyerap dana IPO sebesar Rp226,75 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada Selasa, 13 Januari 2026, manajemen UNTD menjelaskan bahwa realisasi penggunaan dana tersebut dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja perseroan. Dengan demikian, sisa dana IPO yang belum digunakan tercatat sebesar Rp157,86 miliar.

Bacaan Lainnya

Dana yang belum terserap itu saat ini ditempatkan di rekening giro PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Penempatan dana dilakukan tanpa batas jangka waktu penyimpanan, dengan tingkat bunga sekitar 0,02 persen. Langkah ini dinilai sebagai strategi konservatif perusahaan dalam menjaga likuiditas sekaligus memastikan fleksibilitas pendanaan untuk ekspansi ke depan.

IPO UNTD dan Perolehan Dana Segar

Sebagai informasi, PT Terang Dunia Internusa Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 7 Februari 2024. Dalam aksi korporasi tersebut, UNTD melepas sebanyak 1,66 miliar saham kepada publik dengan harga penawaran Rp240 per saham.

Harga IPO tersebut berada di level tertinggi dari rentang penawaran awal (bookbuilding) yang sebelumnya telah dilakukan. Dari aksi ini, perseroan berhasil menghimpun dana segar bruto sebesar Rp400 miliar.

Baca Juga  PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RCLO) Resmi IPO, Bidik Dana Rp105 Miliar Ekspansi Bisnis Sarang Burung Walet

Namun demikian, setelah dikurangi biaya emisi saham yang mencapai Rp15,37 miliar, dana bersih yang diterima UNTD tercatat sebesar Rp384,62 miliar. Dana inilah yang kemudian digunakan secara bertahap sesuai rencana penggunaan dana IPO yang telah disampaikan kepada publik.

Manajemen UNTD menegaskan bahwa penggunaan dana IPO difokuskan untuk mendukung operasional inti perusahaan, khususnya dalam menjaga kelancaran produksi, distribusi, serta penguatan rantai pasok. Pendekatan ini dinilai krusial di tengah dinamika industri manufaktur dan meningkatnya permintaan kendaraan ramah lingkungan di pasar domestik.

Strategi Bisnis dan Arah Pengembangan

Sebagai salah satu pemain lama di industri sepeda nasional, Terang Dunia Internusa memiliki rekam jejak yang solid. Perusahaan ini telah beroperasi sejak 1991 dan dikenal luas melalui merek United yang melekat kuat di benak konsumen Indonesia.

Hingga saat ini, UNTD telah mendistribusikan lebih dari 300 jenis sepeda dengan berbagai segmen, mulai dari sepeda anak, sepeda lipat, sepeda gunung, hingga sepeda balap. Tidak hanya itu, perseroan juga agresif mengembangkan produk kendaraan listrik.

Dalam portofolionya, United telah memiliki lebih dari 20 model sepeda listrik serta empat varian motor listrik. Diversifikasi produk ini sejalan dengan tren global dan kebijakan pemerintah yang mendorong adopsi kendaraan listrik guna menekan emisi karbon.

Baca Juga  Superbank Sukses IPO, Vidio Berpotensi Jadi IPO Teknologi Jumbo 2026

Pemanfaatan dana IPO untuk modal kerja dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan kesinambungan produksi dan inovasi produk. Dengan likuiditas yang kuat, UNTD memiliki ruang yang lebih leluasa untuk merespons kebutuhan pasar, memperluas jaringan distribusi, serta meningkatkan daya saing di segmen kendaraan listrik yang semakin kompetitif.

Prospek UNTD

Ke depan, pasar sepeda dan kendaraan listrik nasional diproyeksikan terus bertumbuh, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap mobilitas berkelanjutan. Posisi UNTD sebagai produsen lokal dengan pengalaman panjang menjadi modal penting untuk menangkap peluang tersebut.

Dengan sisa dana IPO yang masih cukup besar dan pengelolaan keuangan yang relatif konservatif, UNTD dipandang memiliki fondasi yang kuat untuk melanjutkan ekspansi bisnisnya secara terukur. Investor pun mencermati konsistensi realisasi penggunaan dana IPO sebagai indikator tata kelola dan disiplin manajemen perseroan.

Langkah UNTD dalam memprioritaskan modal kerja juga mencerminkan fokus perusahaan pada penguatan bisnis inti sebelum melakukan ekspansi yang lebih agresif. Strategi ini diharapkan mampu menjaga kinerja keuangan tetap sehat di tengah tantangan ekonomi global yang masih dinamis.

Kunjungi selengkapnya di: https://jurnalluguas.com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait