PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) Siap Ekspansi Bisnis Restoran Bali, Bidik Kendali Desa Kitsune

JurnalLugas.Com — PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) menyiapkan langkah strategis baru dengan merambah sektor gaya hidup dan kuliner di Pulau Bali. Emiten ini berencana masuk ke bisnis restoran melalui penyertaan modal pada PT Dwimukti Graha Kencana (DGK), perusahaan afiliasi yang telah lebih dulu mengelola sejumlah unit usaha restoran, kafe, dan bar.

Rencana tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara SOTS dan PT Dwimukti Graha Kencana pada 13 Januari 2026. Informasi ini disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi kepada publik, Selasa (13/1/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam skema transaksi yang dirancang, SOTS akan menanamkan modal ke PT DGK dengan target strategis menjadi pemegang saham pengendali. Salah satu portofolio usaha DGK yang cukup dikenal adalah Desa Kitsune, destinasi kuliner dan gaya hidup yang berlokasi di Bali dan menyasar segmen wisatawan serta pasar premium.

Baca Juga  PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) Akuisisi 30% Saham Prostem Rp33 Miliar Masuk Bisnis Bioteknologi

Manajemen SOTS menjelaskan, sumber pendanaan untuk penyertaan modal ini direncanakan berasal dari hasil Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue yang akan dilakukan perseroan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan sekaligus membuka peluang diversifikasi bisnis di luar sektor inti sebelumnya.

Pihak manajemen menegaskan bahwa MoU yang telah ditandatangani masih bersifat sebagai dokumen awal. Kesepakatan tersebut baru memuat komitmen umum para pihak, tahapan utama rencana transaksi, serta mekanisme penyelesaian secara garis besar. Seluruh rencana tersebut masih bergantung pada pemenuhan berbagai kondisi prasyarat dan akan dituangkan lebih lanjut dalam perjanjian definitif yang terpisah.

“Nota kesepahaman ini menjadi kerangka awal pelaksanaan transaksi dan belum bersifat mengikat sepenuhnya,” ujar manajemen SOTS secara singkat dalam keterangannya.

Baca Juga  70% Saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) Diakuisisi LABA RSIL dan EVMOTO Teknologi Indonesia

Sejalan dengan itu, perseroan menilai bahwa rencana ekspansi ke bisnis restoran ini belum memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha SOTS. Pasalnya, transaksi masih berada pada tahap awal dan realisasinya sangat bergantung pada pemenuhan syarat pendahuluan yang telah ditetapkan.

Apabila terealisasi, langkah SOTS masuk ke industri restoran dan gaya hidup di Bali dinilai sebagai upaya memanfaatkan potensi sektor pariwisata yang terus bertumbuh, sekaligus memperluas sumber pendapatan perseroan di masa mendatang.

Baca berita bisnis dan ekonomi terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait