Bukalapak Ubah Target Penyerapan Dana IPO, Rp4,3 Triliun Masih Mengendap

JurnalLugas.Com — PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) kembali melakukan penyesuaian terhadap tenggat waktu penyerapan dana hasil penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Langkah ini diambil setelah perseroan belum sepenuhnya merealisasikan penggunaan dana IPO sesuai target awal.

Sebelumnya, Bukalapak menargetkan seluruh dana IPO dapat terserap hingga 31 Desember 2025. Namun, hingga batas waktu tersebut, realisasi penggunaan dana baru mencapai Rp17,04 triliun atau sekitar 79,91 persen dari total dana IPO sebesar Rp21,3 triliun.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Perusahaan Bukalapak, Cut Fika Lutfi, menyampaikan bahwa perseroan telah mengevaluasi jadwal serta capaian realisasi dana IPO. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, manajemen memutuskan untuk menyesuaikan kembali target penyelesaian penyerapan sisa dana.

Ia menegaskan bahwa penggunaan dana ke depan tetap berpedoman pada rencana alokasi dana IPO yang telah disampaikan kepada publik sebelumnya. Penyesuaian waktu ini tidak mengubah peruntukan dana, melainkan lebih pada kehati-hatian dalam eksekusi.

Baca Juga  Apa Istilah Go Public Prospektus Bookbuilding Di IPO (Initial Public Offering) Bursa Efek Indonesia

Bukalapak resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Agustus 2021. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan berhasil menghimpun dana bersih sebesar Rp21,3 triliun setelah dikurangi biaya emisi.

Memasuki kuartal akhir 2025, tepatnya periode Oktober hingga Desember, Bukalapak tercatat mempercepat penyerapan dana IPO hingga Rp3,19 triliun. Percepatan ini sejalan dengan perubahan strategi penggunaan dana yang telah disetujui perseroan. Pada 30 September 2025, sisa dana IPO masih berada di level Rp7,47 triliun, dan kini menyusut menjadi sekitar Rp4,3 triliun.

Sisa dana tersebut saat ini ditempatkan pada instrumen keuangan yang relatif aman, mulai dari deposito perbankan hingga Surat Berharga Negara (SBN). Tingkat imbal hasilnya bervariasi, berkisar antara 2,25 persen hingga 6,75 persen, di luar giro yang tidak memberikan bunga.

Sebagai contoh, Bukalapak menempatkan dana deposito sebesar Rp1,17 triliun di Bank BRI dengan bunga 5,25 persen. Selain itu, perseroan juga memiliki simpanan giro di Bank CIMB Niaga senilai Rp453,8 miliar dengan tingkat bunga 5 persen. Untuk instrumen SBN rupiah, portofolio Bukalapak tercatat mencapai Rp900 miliar dengan imbal hasil sekitar 2 persen.

Baca Juga  United UNTD Pakai Rp226,75 Miliar Dana IPO untuk Modal Kerja, Begini Sisa dan Penempatannya

Manajemen menilai, keberadaan sisa dana IPO merupakan bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan modal dan likuiditas. Pendekatan ini mempertimbangkan kondisi bisnis, prioritas pengembangan usaha, serta dinamika ekonomi dan industri yang terus berubah.

Di sisi lain, Bukalapak mengungkapkan bahwa perseroan masih aktif menjajaki berbagai peluang ekspansi dan kerja sama strategis. Namun hingga akhir periode pelaporan, peluang-peluang tersebut dinilai belum sepenuhnya memenuhi kriteria strategis, finansial, maupun profil risiko yang telah ditetapkan perusahaan. Oleh karena itu, realisasi sisa dana IPO masih ditunda hingga ditemukan peluang yang benar-benar sesuai dengan strategi jangka panjang perseroan.

Baca berita ekonomi dan pasar modal lainnya di:
https://jurnallugas.com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait