AS Buru Bos Kartel Sinaloa Rene “La Rana” Arzate, Hadiah Rp167,8 Miliar, Ini Daftar Tuduhannya

JurnalLugas.Com — Pemerintah Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanan terhadap jaringan narkotika internasional. Melalui Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Washington menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS atau sekitar Rp167,8 miliar bagi siapa pun yang memberikan informasi valid terkait penangkapan atau vonis terhadap dua pemimpin utama faksi Kartel Sinaloa di wilayah Tijuana, Meksiko.

Juru bicara Deplu AS, Tommy Pigott, menyampaikan bahwa pengumuman tersebut dirilis pada 26 Februari melalui Program Hadiah Narkotika atau Narcotics Rewards Program (NRP) yang berada di bawah Biro Urusan Narkotika dan Penegakan Hukum Internasional.

Bacaan Lainnya

“Program ini menawarkan masing-masing hingga 5 juta dolar AS untuk informasi yang mengarah pada penangkapan atau hukuman terhadap dua tokoh kunci tersebut, di negara mana pun,” ujar Pigott dalam keterangan resminya.

Target: Dua Bersaudara Pengendali Faksi Tijuana

Dua sosok yang menjadi target adalah René Arzate-García alias “La Rana” dan Alfonso Arzate-García alias “Aquiles”. Keduanya diduga memimpin Plaza Tijuana dari Kartel Sinaloa selama kurang lebih 15 tahun.

Menurut otoritas AS, kedua bersaudara ini berperan penting dalam distribusi narkotika lintas negara, termasuk penyelundupan ke wilayah Amerika Serikat. Pada 2023, mereka resmi masuk daftar sanksi Washington atas dugaan keterlibatan dalam perdagangan narkoba ilegal skala global.

Dakwaan Berat: Narkoterorisme hingga Pencucian Uang

Selain sanksi administratif, René Arzate-García juga telah didakwa oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat atas sejumlah tuduhan serius. Dakwaan tersebut mencakup:

  • Narkoterorisme
  • Mengelola perusahaan kriminal berkelanjutan
  • Memberikan dukungan material kepada organisasi teroris asing
  • Konspirasi perdagangan narkotika internasional
  • Tindak pidana pencucian uang

Langkah hukum ini mempertegas pendekatan baru AS yang tidak hanya memandang kartel sebagai jaringan kriminal, tetapi juga sebagai ancaman keamanan nasional.

Operasi Gabungan DEA dan Jaksa Federal

Penawaran hadiah ini dikoordinasikan bersama Divisi San Diego dari Drug Enforcement Administration (DEA) serta Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Selatan California. Kolaborasi lintas lembaga tersebut bertujuan mempersempit ruang gerak para pemimpin kartel yang selama ini beroperasi di kawasan perbatasan AS-Meksiko.

Seorang pejabat penegak hukum yang enggan disebutkan namanya menilai bahwa skema hadiah ini merupakan strategi efektif untuk memancing informasi dari jaringan internal kartel maupun masyarakat yang mengetahui keberadaan target.

“Insentif finansial sering kali menjadi kunci untuk menembus lingkaran perlindungan mereka,” ujarnya singkat.

Delapan Kartel Ditetapkan sebagai Organisasi Teroris Asing

Kebijakan ini sejalan dengan langkah diplomatik terbaru Washington. Pada Februari 2025, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengumumkan penetapan delapan kartel sebagai Organisasi Teroris Asing (FTO).

Selain Kartel Sinaloa, daftar tersebut juga mencakup MS-13 dan Tren de Aragua. Penetapan ini membuka jalan bagi sanksi yang lebih luas, termasuk pembekuan aset, pembatasan perjalanan, dan penuntutan pidana terhadap pihak-pihak yang memberikan dukungan.

Analis keamanan regional menilai bahwa kebijakan hadiah dan pelabelan teroris terhadap kartel berpotensi meningkatkan kerja sama intelijen lintas negara. Namun di sisi lain, pendekatan tersebut juga dapat memicu eskalasi kekerasan di wilayah perbatasan jika para pemimpin kartel merasa terdesak.

Hingga kini, otoritas AS belum mengungkapkan lokasi terkini kedua buronan tersebut. Pemerintah meminta masyarakat internasional yang memiliki informasi kredibel untuk melapor melalui saluran resmi yang dijamin kerahasiaannya.

Perkembangan kasus ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan, mengingat besarnya nilai hadiah serta implikasinya terhadap hubungan keamanan antara Amerika Serikat dan Meksiko.

Baca berita internasional lainnya hanya di https://JurnalLugas.Com

(HD)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Armando Benedetti Kolombia Tetap Gandeng AS Perangi Narkoba, Meski Hubungan Presiden Panas

Pos terkait