JurnalLugas.Com — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah pemerintah Iran melaporkan ratusan korban dalam serangan udara yang menargetkan sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan negara tersebut. Pemerintah menyebut serangan itu melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan jumlah korban jiwa akibat serangan tersebut mencapai sekitar 160 orang. Angka ini meningkat signifikan dibanding laporan awal yang menyebutkan 85 korban tewas.
Dalam keterangannya, Baghaei menyebut serangan itu sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional dan menimbulkan dampak kemanusiaan serius. Ia menegaskan bahwa sebagian besar korban merupakan pelajar dan tenaga pendidik yang berada di lokasi saat insiden terjadi.
Presiden Iran Kutuk Serangan
Melalui pernyataan resmi yang dirilis kantor kepresidenan pada Sabtu (28/2), Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam keras serangan udara tersebut. Ia menyebut tindakan itu sebagai perbuatan “tidak manusiawi” dan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Dalam pernyataan yang sama, Pezeshkian menginstruksikan seluruh pusat bantuan medis dan pejabat daerah untuk segera mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia. Ia menekankan pentingnya penanganan cepat dan tanpa hambatan bagi korban luka serta dukungan penuh kepada keluarga terdampak.
“Semua fasilitas kesehatan dan tim penyelamat harus memprioritaskan perawatan darurat secara maksimal,” tegasnya singkat dalam rilis resmi tersebut.
Perbedaan Data Korban
Sebelumnya, laporan awal menyebutkan jumlah korban tewas berada di angka 85 orang. Namun, data terbaru dari Kementerian Luar Negeri Iran menunjukkan lonjakan signifikan hingga sekitar 160 korban meninggal dunia.
Perbedaan angka tersebut diduga terjadi karena proses evakuasi dan identifikasi korban masih berlangsung di lokasi kejadian. Otoritas setempat menyatakan jumlah korban masih berpotensi bertambah mengingat banyak korban luka berada dalam kondisi kritis.
Geopolitik dan Kemanusiaan
Serangan terhadap fasilitas pendidikan ini memicu kecaman luas dari berbagai kalangan di dalam negeri Iran. Pemerintah menilai serangan tersebut tidak hanya melanggar norma kemanusiaan, tetapi juga berpotensi memperburuk stabilitas kawasan.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat maupun Israel terkait tudingan tersebut. Situasi di wilayah terdampak dilaporkan masih dalam pengamanan ketat aparat setempat.
Perkembangan terbaru terkait insiden ini akan terus dipantau mengingat dampaknya yang luas, baik dari sisi kemanusiaan maupun politik internasional.
Baca informasi terkini dan analisis mendalam lainnya di https://JurnalLugas.Com
(TR)






