JurnalLugas.Com — Ketegangan di Timur Tengah memuncak setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei beserta sejumlah pejabat militer tinggi.
Situasi ini memicu kekhawatiran global mengenai kemungkinan eskalasi menjadi konflik berskala lebih luas, bahkan hingga potensi Perang Dunia III.
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menegaskan bahwa tindakan agresi ini melanggar hukum internasional dan prinsip dasar hubungan antarnegara. “Serangan terhadap pemimpin negara berdaulat dan dorongan perubahan rezim jelas tidak bisa diterima. Dunia harus menolak praktik seperti ini,” ujar Wang Yi, dikutip Kementerian Luar Negeri China, Minggu (1/3/2026).
Wang Yi menekankan bahwa konflik kini telah meluas ke seluruh Teluk Persia, meningkatkan risiko destabilitas regional yang bisa menjalar ke skala global. China menekankan tiga langkah strategis untuk meredam situasi:
- Menghentikan operasi militer segera, guna mencegah perang meluas dan mengurangi dampak terhadap negara-negara di Teluk.
- Kembali ke jalur diplomasi, mendorong semua pihak aktif menempuh perundingan untuk menghentikan konflik.
- Menentang tindakan sepihak, karena penggunaan kekuatan tanpa izin Dewan Keamanan PBB dapat merusak fondasi perdamaian internasional.
Lavrov menegaskan posisi Rusia yang sejalan dengan China, dengan menekankan pentingnya koordinasi melalui PBB dan Organisasi Kerja Sama Shanghai. “Kita perlu menyampaikan pesan tegas kepada dunia: perang harus dihentikan dan diplomasi harus diutamakan,” kata Lavrov.
Serangan ini telah menimbulkan korban besar. Selain Khamenei, sejumlah pejabat militer tinggi Iran tewas, termasuk Komandan Korps Garda Revolusi Mohammad Pakpour, Kepala Staf Militer Abdulrahim Mousavi, Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh, dan Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Shamkhani. Total korban tewas tercatat 201 orang, dengan 747 luka-luka. Infrastruktur di Teheran dan kota-kota penting lain hancur akibat agresi udara.
Kementerian Luar Negeri China mengumumkan beberapa warga negaranya luka-luka dan sejumlah wisatawan terdampar. Pemerintah China memperingatkan warganya untuk menghindari Iran dan kawasan terdampak, serta menyediakan jalur evakuasi darat melalui Azerbaijan, Armenia, Turki, dan Irak.
Para analis menyoroti bahwa eskalasi ini bisa memicu reaksi berantai antarblok global. China dan Rusia menekankan bahwa komunitas internasional harus menyatakan sikap tegas menolak penggunaan kekuatan sepihak, agar konflik tidak meluas ke perang global. “Dunia harus menahan diri dan mendorong jalur diplomasi sebelum situasi menjadi tidak terkendali,” kata Wang Yi.
Situasi ini menunjukkan betapa cepatnya konflik lokal bisa berubah menjadi ancaman global, memicu diskusi serius soal Perang Dunia III jika tidak ada langkah diplomasi dan pengendalian eskalasi.
Sumber lengkap dan informasi lebih lanjut bisa diakses di JurnalLugas.Com
(SF)






