Stok CPO Nasional Aman, Minyak Goreng Siap Hadapi Lonjakan Permintaan

JurnalLugas.Com — Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa produksi crude palm oil (CPO) nasional saat ini dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng masyarakat menjelang Lebaran 2026.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Abdul Roni Angkat, menyatakan di Jakarta, Senin (2/3/2026), bahwa pemerintah telah menyiapkan stok dan produksi CPO untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang biasanya terjadi saat Ramadhan dan Idul Fitri.

Bacaan Lainnya

“Ketersediaan CPO nasional saat ini cukup untuk memastikan pasokan minyak goreng tetap stabil selama periode Ramadhan dan menjelang Lebaran,” ujar Roni.

Ia menjelaskan, sebagian besar minyak goreng di Indonesia berbasis CPO, sehingga kecukupan bahan baku di hulu menjadi faktor penting untuk menjaga kestabilan pasar. Menurutnya, selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), permintaan minyak goreng secara historis meningkat hingga 10–15 persen dibandingkan hari biasa.

Roni menambahkan, pemerintah telah melakukan koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan, untuk memastikan distribusi dari pabrik ke konsumen berjalan lancar. Sistem pemantauan digital juga diterapkan untuk melacak Tandan Buah Segar (TBS) dari kebun ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS), khususnya di daerah sentra produksi seperti Riau, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Utara.

“Kami mengatur ritme pasokan dengan cermat agar kebutuhan biodiesel tidak mengurangi alokasi bahan baku untuk minyak goreng,” jelas Roni.

Selain itu, sektor hulu kelapa sawit dianggap sebagai fondasi penting untuk menjaga ketersediaan minyak goreng sekaligus mendukung program energi terbarukan, seperti Biodiesel B40/B50. Hasil pemantauan di lapangan dan sinkronisasi data spasial perkebunan menunjukkan tren produksi CPO nasional tahun ini positif, seiring upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara kebutuhan pangan dan energi.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan bahwa stabilitas pasokan minyak goreng menjadi prioritas utama.

“Kami memastikan produksi CPO cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik, termasuk menghadapi lonjakan permintaan saat hari besar keagamaan. Pada saat yang sama, program biodiesel tetap berjalan sesuai rencana dan terkontrol,” ujar Amran.

Berdasarkan data stok komoditas perkebunan per 31 Januari 2026, cadangan nasional dalam kondisi terkendali. Pemerintah terus memantau stok di tingkat hulu, termasuk kapasitas tangki timbun dan distribusi bahan baku, sebagai instrumen untuk menjaga keseimbangan pasokan.

Amran juga menekankan pentingnya produktivitas di sektor hulu sebagai kunci stabilitas pasokan. Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) terus digalakkan agar produktivitas kebun rakyat meningkat, sehingga hasil panen dapat memenuhi permintaan industri dan konsumsi domestik.

“Keseimbangan pasokan pangan dan energi bergantung pada produktivitas. Dengan PSR dan pendampingan teknis, kami dorong hasil panen lebih optimal per hektare,” kata Amran.

Upaya ini memastikan masyarakat tidak mengalami kekurangan minyak goreng menjelang Ramadan dan Lebaran, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar.

Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi JurnalLugas.Com.

(TR)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Ronny Sasmita Minyakita Cuma Dagangan Kemendag Tak Bisa Tekan HET Minyak Goreng di Pasaran

Pos terkait