Jurnallugas.Com – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berperan penting dalam menjaga kestabilan harga telur ayam di tingkat peternak maupun konsumen.
“MBG ini luar biasa, menyerap saat harga turun, sehingga harga tetap stabil,” kata Amran di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Menurut Amran, pasokan telur yang beredar di pasar berasal dari peternakan lokal, baik milik rakyat maupun perusahaan, yang terintegrasi dalam ekosistem distribusi berkelanjutan. Program MBG memastikan produksi telur tidak menumpuk saat harga menurun drastis.
Skema ini efektif mencegah kerugian peternak akibat kelebihan produksi. Sementara kelebihan telur yang tidak terserap MBG diarahkan ke pasar ekspor melalui kerja sama dengan perusahaan swasta.
“MBG menyerap produksi saat harga turun. Selebihnya, swasta yang mengekspor. Kolaborasi ini sangat penting,” ujar Amran.
Mentan menekankan bahwa mekanisme ini tidak bersifat sementara. Pola kemitraan antara pemerintah, peternak rakyat, dan perusahaan swasta dirancang untuk jangka panjang, mendukung kestabilan harga, serta meningkatkan kesejahteraan peternak nasional.
Meski Amran tidak merinci harga telur terkini di pasar, data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat harga telur ayam ras nasional mencapai Rp32.600 per kilogram per Selasa pukul 17.01 WIB. Adapun harga acuan pembelian (HAP) di tingkat peternak berada di Rp22.000–Rp25.000 per kilogram, sedangkan harga eceran tertinggi (HET) di konsumen ditetapkan Rp30.000 per kilogram.
Dengan adanya MBG dan dukungan ekspor, pemerintah optimistis stabilitas harga telur dapat terjaga, sekaligus mendorong produksi dalam negeri dan menjaga kelangsungan usaha peternak.
Informasi lebih lengkap bisa diakses melalui JurnalLugas.Com.
(SF)






