JurnalLugas.Com — Ketegangan keamanan di jalur pelayaran internasional kembali menjadi sorotan setelah sebuah kapal kargo milik Thailand dilaporkan diserang dari udara saat melintas di kawasan strategis Selat Hormuz, Rabu (11/3/2026). Insiden tersebut menyebabkan kebakaran hebat di bagian belakang kapal dan memicu operasi penyelamatan darurat oleh militer Oman.
Kapal kargo bernama Mayuree Naree dengan bobot sekitar 30.000 ton itu sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab. Serangan terjadi pada Rabu pagi ketika kapal sedang melewati jalur pelayaran vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.
Perwakilan resmi Angkatan Laut Thailand, Laksamana Muda Parach Rattanachaiphan, menjelaskan bahwa serangan udara tersebut memicu kebakaran besar di buritan kapal. Informasi mengenai insiden ini pertama kali diterima melalui jaringan komunikasi angkatan laut internasional.
Menurutnya, setelah menerima laporan tersebut, Pusat Operasi Angkatan Laut Thailand segera berkoordinasi dengan Angkatan Laut Oman serta Kedutaan Besar Thailand di Oman untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan.
“Begitu mendapat informasi, kami langsung mengaktifkan koordinasi dengan otoritas terkait untuk memastikan keselamatan awak kapal,” ujar Parach singkat kepada media.
Dalam operasi tersebut, Angkatan Laut Oman berhasil mengevakuasi sebagian besar awak kapal yang berada di atas kapal saat kejadian. Hingga laporan terakhir, sebanyak 20 dari total 23 pelaut berhasil diselamatkan dan dibawa ke daratan Oman untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan serta perlindungan sementara.
Sementara itu, tiga awak kapal lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim penyelamat yang terus menyisir area sekitar lokasi kejadian.
Pihak militer Thailand menyatakan bahwa identitas pelaku maupun penyebab serangan masih belum diketahui. Otoritas maritim internasional dan negara-negara terkait kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik serangan tersebut.
Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia. Setiap gangguan keamanan di wilayah ini berpotensi memicu dampak luas terhadap stabilitas perdagangan global dan keamanan maritim internasional.
Perkembangan terbaru mengenai insiden ini masih terus dipantau oleh otoritas maritim Thailand, Oman, serta lembaga keamanan internasional.
Selengkapnya baca di
https://JurnalLugas.Com
(WN)






