Hizbullah Ludeskan Stasiun Satelit Militer Israel di Tel Aviv dan Elah Valley, IDF Kocar-kacir

JurnalLugas.Com — Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok perlawanan Lebanon, Hezbollah, melancarkan serangan rudal yang menargetkan fasilitas komunikasi militer milik Israel Defense Forces (IDF). Serangan tersebut dilaporkan menghantam stasiun satelit komunikasi di wilayah Tel Aviv serta kawasan strategis di Elah Valley.

Fasilitas satelit yang berada di Lembah Elah disebut sebagai salah satu infrastruktur komunikasi penting yang digunakan militer Israel untuk mengoordinasikan operasi militer di kawasan regional. Serangan ini disebut sebagai respons langsung atas operasi militer Israel yang sebelumnya menargetkan wilayah Iran dan Lebanon dalam beberapa hari terakhir.

Bacaan Lainnya

Stasiun Satelit dan Fasilitas Siber Dilaporkan Hancur

Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui saluran media mereka, Hezbollah menyatakan bahwa sejumlah rudal presisi berhasil mengenai target strategis di wilayah yang mereka sebut sebagai wilayah pendudukan di bagian tengah Israel.

Baca Juga  Zionis Israel Bunuh Puluhan Ribu Warga Palestina Timbulkan Krisis Gaza Berkepanjangan

Serangan tersebut diklaim menghancurkan stasiun satelit komunikasi yang berada di dalam kompleks pangkalan militer serta fasilitas milik divisi pertahanan siber tentara Israel.

Seorang juru bicara Hezbollah mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari strategi balasan terhadap serangan yang dianggap melanggar kedaulatan negara-negara di kawasan.

“Operasi ini merupakan respons terhadap agresi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir,” ujar perwakilan Hezbollah dalam pernyataan singkatnya.

153 Serangan Balasan Diluncurkan dalam Sepekan

Data yang beredar menunjukkan peningkatan signifikan aktivitas militer Hezbollah sepanjang 2 hingga 9 Maret 2026. Setelah serangan yang disebut melibatkan Israel dan Amerika Serikat ke wilayah Iran, kelompok tersebut mengklaim telah meluncurkan total 153 serangan balasan.

Operasi tersebut dilaporkan menargetkan sedikitnya 36 pangkalan militer Israel yang tersebar di berbagai titik strategis. Selain pangkalan militer, beberapa fasilitas pendukung operasi militer juga disebut menjadi sasaran serangan.

Pengamat keamanan kawasan menilai eskalasi ini menandai fase baru konflik yang berpotensi meluas jika tidak ada upaya deeskalasi dari pihak-pihak terkait.

Ribuan Korban Jiwa Picu Balasan

Serangan balasan Hezbollah disebut dipicu oleh tingginya jumlah korban akibat serangan udara Israel dalam sepekan terakhir.

Laporan yang beredar menyebutkan lebih dari 1.000 warga di Iran dilaporkan meninggal dunia akibat serangan tersebut. Sementara di Lebanon, korban jiwa dilaporkan melampaui 400 orang.

Situasi ini membuat ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin memanas, dengan risiko konflik yang dapat melibatkan lebih banyak aktor regional maupun internasional.

Para analis memperingatkan bahwa tanpa langkah diplomatik segera, eskalasi militer berpotensi memperluas konflik yang sudah berlangsung lama di kawasan tersebut.

Baca berita internasional terbaru dan analisis geopolitik lainnya di
https://JurnalLugas.Com

(WN)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait