JurnalLugas.Com — Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Iran mengklaim melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di beberapa negara pada Jumat malam, 13 Maret 2026.
Melalui pernyataan resmi, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyebut angkatan bersenjata Iran telah menargetkan pangkalan udara milik Amerika Serikat di beberapa lokasi strategis kawasan tersebut.
Serangan tersebut diklaim menyasar pangkalan udara Muwaffaq Salti Air Base di Yordania serta fasilitas militer Amerika Serikat di Manama, ibu kota Bahrain, dan di Erbil yang berada di wilayah Kurdistan Irak.
Dalam keterangannya, IRGC menegaskan serangan dilakukan menggunakan kombinasi rudal dan drone tempur yang diklaim memiliki daya hancur tinggi.
“Pangkalan Muwaffaq Salti, bersama fasilitas militer Amerika di Manama dan Erbil, menjadi sasaran serangan rudal dan drone milik IRGC,” demikian pernyataan singkat pihak militer Iran.
Bagian dari Operasi Militer Iran
IRGC menyatakan serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer yang mereka sebut sebagai Operation True Promise 4.
Menurut keterangan resmi, gelombang serangan terbaru yang diluncurkan pada Jumat malam itu merupakan tahap ke-43 dan ke-44 dari operasi tersebut.
Operasi ini disebut sebagai kelanjutan dari rangkaian aksi militer Iran yang diklaim menargetkan kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan Regional Meningkat
Serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama di tengah situasi keamanan regional yang masih sangat sensitif.
Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait klaim serangan yang disampaikan IRGC tersebut, termasuk mengenai dampak atau kerusakan yang mungkin terjadi di lokasi-lokasi yang disebutkan.
Pengamat menilai perkembangan ini dapat memicu eskalasi baru dalam dinamika keamanan regional jika kedua pihak tidak menahan diri.
Situasi di kawasan pun terus dipantau oleh berbagai negara karena potensi dampaknya terhadap stabilitas geopolitik dan keamanan internasional.
Baca berita internasional terbaru lainnya di https://JurnalLugas.Com.
(HD)






