Trump Ngamuk Sekutu Enggan Bantu Misi Selat Hormuz, Kritik Inggris Tersingkap

JurnalLugas.Com — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan frustrasinya terhadap para sekutu yang enggan bergabung dalam misi multinasional yang diusulkan Gedung Putih untuk mengawal kapal-kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan pada konferensi pers Senin (16/3).

“Kami telah melindungi mereka dari berbagai ancaman luar yang mengerikan, tetapi mereka tidak terlalu antusias. Dan tingkat antusiasme itu penting bagi saya,” ujar Trump.

Bacaan Lainnya

Trump menjelaskan bahwa beberapa negara yang menampung pasukan AS menolak memberikan kapal penyapu ranjau saat diminta membantu misi pengawalan. Ia menegaskan bahwa sikapnya tidak memaksa, karena menurutnya AS dapat melaksanakan misi ini sendiri, tetapi ia ingin melihat reaksi sekutu.

Baca Juga  Daftar Negara Diizinkan Lewati Selat Hormuz, Filipina Malaysia dan Thailand Aman, Indonesia?

Secara khusus, Trump menyebut dirinya “tidak senang dengan Inggris” karena Perdana Menteri Keir Starmer menolak memberikan bantuan pada tahap awal potensi konflik AS-Israel dengan Iran.

“Saya sangat terkejut dengan Inggris. Dua pekan lalu saya bertanya, ‘Mengapa Anda tidak mengirimkan beberapa kapal ke sana?’ Dan dia benar-benar tidak mau melakukannya,” kata Trump. Ia juga mempertanyakan mengapa Starmer tidak segera memutuskan pengiriman kapal, padahal sebagai perdana menteri, keputusan itu bisa diambil langsung.

Meski begitu, Trump mengklaim beberapa negara telah memberi sinyal akan bergabung, tanpa menyebutkan nama negara-negara tersebut. Namun, berbagai laporan media menunjukkan hingga saat ini sekutu AS belum memberikan komitmen nyata atau menolak berpartisipasi.

“Sudah lama saya menjadi pengkritik perlindungan untuk negara lain, karena saya tahu kami yang akan melindungi mereka. Jika suatu saat kami membutuhkan bantuan, mereka tidak akan ada,” keluh Trump.

Baca Juga  Anjloknya Saham Trump Media & Technology Group (TMTG) pada Hari Pilpres AS

Selain itu, Trump menuturkan bahwa pasukan AS telah menenggelamkan seluruh kapal penebar ranjau milik Iran. Meski demikian, belum diketahui apakah Iran telah mulai menempatkan ranjau baru di Selat Hormuz. Ia menambahkan bahwa Iran kini dapat memindahkan ranjau menggunakan kapal lain ke selat tersebut.

Situasi ini menyoroti ketegangan regional dan tantangan diplomatik bagi AS dalam membangun koalisi internasional untuk menjaga jalur laut strategis tersebut.

Sumber lebih lengkap dapat dibaca di JurnalLugas.Com.

(SF)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait