Serangan Udara Zionis Israel Hantam Teheran, Esmail Ahmadi, Kepala Intelijen Basij Iran Diklaim Tewas

JurnalLugas.Com — Ketegangan antara Israel dan Iran kembali meningkat tajam setelah klaim terbaru dari pihak militer Israel terkait keberhasilan operasi udara di ibu kota Iran, Teheran. Perkembangan ini menandai babak baru dalam konflik terbuka yang terus meluas sejak akhir Februari 2026.

Militer Israel mengumumkan bahwa pihaknya telah menewaskan Esmail Ahmadi, yang disebut sebagai Kepala Divisi Intelijen Pasukan Basij Iran. Serangan tersebut dilaporkan terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026, melalui operasi udara terarah di wilayah Teheran.

Bacaan Lainnya

Dalam pernyataan singkatnya, pihak militer Israel menyebut operasi ini sebagai bagian dari upaya melemahkan struktur komando keamanan Iran. “Target kami adalah elemen strategis yang berperan dalam operasi militer Iran,” demikian kutipan singkat pernyataan yang dirilis melalui platform X.

Baca Juga  Netanyahu Tetap Serang Lebanon Meski AS Gencatan Senjata Iran

Sebelumnya, Iran juga dikabarkan kehilangan tokoh penting lainnya, yakni Gholamreza Soleimani, yang menjabat sebagai komandan Pasukan Basij. Ia dilaporkan tewas dalam serangan udara yang terjadi di awal pekan yang sama.

Konflik ini bermula dari serangan gabungan yang dilancarkan oleh Israel bersama Amerika Serikat pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut menargetkan sejumlah fasilitas strategis di Iran dan memicu eskalasi besar-besaran. Hingga kini, laporan menyebutkan sekitar 1.300 orang telah tewas akibat rangkaian serangan tersebut.

Salah satu dampak paling signifikan adalah gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei, yang memperparah situasi politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal ke berbagai target, termasuk wilayah Israel serta negara-negara seperti Yordania, Irak, dan sejumlah negara di kawasan Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.

Baca Juga  Kematian Ayatollah Khamenei, IRGC, AS dan Israel Sudah Tidak Aman, Hari Bahagia Berakhir

Seorang analis keamanan regional menyebut eskalasi ini sebagai “fase paling berbahaya dalam konflik modern Timur Tengah.” Ia menambahkan secara singkat, “Serangan terhadap figur intelijen menunjukkan perang sudah masuk ke level strategis, bukan sekadar taktis.”

Situasi hingga kini masih sangat dinamis, dengan potensi meluasnya konflik ke kawasan yang lebih luas. Dunia internasional pun terus menyerukan deeskalasi untuk mencegah krisis kemanusiaan yang lebih besar.

Baca berita lainnya di https://JurnalLugas.com

(ED)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait