Penjualan Emas Melonjak, Laba Antam Melejit 106 Persen Tembus Rp7,92 Triliun

JurnalLugas.Com – Kinerja keuangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sepanjang 2025 mencatatkan pertumbuhan luar biasa. Emiten tambang milik negara ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp7,92 triliun, melonjak 106 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian ini menegaskan posisi Antam sebagai salah satu perusahaan tambang dengan performa terbaik di Indonesia, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang masih berfluktuasi.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, menyampaikan bahwa peningkatan laba tersebut didorong oleh kinerja operasional yang semakin optimal serta disiplin dalam pengelolaan keuangan.

“Kinerja operasional yang solid menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan laba perusahaan,” ujarnya singkat.

Penjualan Emas Jadi Penopang Utama

Segmen emas kembali menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perusahaan. Sepanjang 2025, penjualan emas menyumbang sekitar 79 persen dari total pendapatan Antam.

Nilai penjualan emas tercatat mencapai Rp66,47 triliun, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Lonjakan ini dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.

Baca Juga  Gadai Emas Pegadaian Tarif Jasa Taksiran Reguler, Simulasi Biaya, Perhitungan Nasabah

Selain nilai penjualan, volume emas yang terjual juga menunjukkan tren positif dengan capaian lebih dari 37 ribu kilogram sepanjang tahun.

Pasar domestik menjadi tulang punggung utama, dengan kontribusi mendekati seluruh total penjualan emas perusahaan. Hal ini mencerminkan kuatnya daya serap pasar dalam negeri terhadap produk logam mulia.

Pendapatan dan Laba Operasional Ikut Melesat

Tidak hanya laba bersih, berbagai indikator keuangan Antam juga mengalami pertumbuhan signifikan. Pendapatan perusahaan meningkat menjadi Rp84,64 triliun, naik sekitar 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba kotor tercatat melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi Rp13,68 triliun. Sementara itu, laba usaha meningkat drastis hingga Rp8,40 triliun, mencerminkan efisiensi operasional yang semakin baik.

Kinerja positif ini turut diperkuat oleh penurunan beban keuangan, yang menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam menjaga struktur biaya tetap efisien.

Di sisi lain, EBITDA perusahaan juga meningkat tajam menjadi Rp10,51 triliun, menandakan kualitas profitabilitas yang semakin kuat.

Segmen Nikel Turut Berkontribusi

Selain emas, bisnis nikel juga memberikan kontribusi penting terhadap pendapatan Antam. Sepanjang 2025, segmen ini menyumbang sekitar Rp14,85 triliun atau sekitar 18 persen dari total pendapatan.

Baca Juga  Emas Pegadaian Weekend Antam dan Galeri24 Meroket UBS Turun

Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan yang tetap tinggi serta kualitas produk bijih nikel yang mampu bersaing di pasar.

Antam juga terus memperkuat strategi hilirisasi sebagai langkah untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Prospek Positif Emas di Tengah Ketidakpastian

Di tengah kondisi global yang penuh tantangan, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang paling diminati. Kondisi ini memberikan peluang besar bagi Antam untuk mempertahankan tren pertumbuhan.

Dengan fundamental keuangan yang kuat, efisiensi operasional, serta fokus pada pasar domestik, Antam diproyeksikan mampu menjaga kinerja positif ke depan.

Langkah strategis perusahaan dalam memperkuat portofolio bisnis dan hilirisasi juga diyakini akan menjadi motor pertumbuhan berkelanjutan.

Baca berita ekonomi dan bisnis terbaru lainnya di JurnalLugas.Com

(ED)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait