JurnalLugas.Com — Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) tengah menyiapkan strategi khusus untuk memperkuat bantuan sosial (bansos) sebagai langkah antisipasi dampak ekonomi dari rencana penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).
Langkah ini diproyeksikan menjadi salah satu instrumen utama dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok miskin dan rentan miskin yang paling terdampak gejolak harga.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa skema tersebut masih menunggu keputusan final dari pemerintah pusat melalui rapat koordinasi lintas kementerian.
“Kita tunggu hasil rapat khusus. Kemensos tentu akan menyesuaikan dengan kebijakan Presiden melalui kementerian yang ditunjuk,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Dua Skema Utama Disiapkan
Kemensos mengungkapkan bahwa terdapat dua opsi utama dalam skema stimulus sosial yang sedang disiapkan. Pertama, penebalan bantuan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) yang sudah terdaftar. Kedua, perluasan cakupan penerima bantuan dari data yang ada saat ini.
Penebalan bansos berarti peningkatan nominal bantuan yang diterima masyarakat. Sementara itu, perluasan penerima membuka peluang bagi lebih banyak warga untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Skema ini dinilai fleksibel dan akan disesuaikan dengan kondisi ekonomi serta keputusan akhir pemerintah.
Potensi Lonjakan Penerima Bansos
Berkaca pada pengalaman sebelumnya, jumlah penerima bantuan berpotensi meningkat drastis. Jika sebelumnya sekitar 18 juta KPM menerima bantuan reguler, angka tersebut bisa melonjak hingga mendekati 35 juta KPM.
Namun demikian, angka pasti masih bergantung pada hasil rapat koordinasi tingkat menteri yang akan menentukan arah kebijakan nasional.
Fokus Jaga Daya Beli dan Ekonomi Nasional
Kemensos menegaskan bahwa bansos memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Bantuan ini menjadi bantalan sosial untuk memastikan konsumsi rumah tangga tetap terjaga, terutama saat terjadi tekanan ekonomi seperti kenaikan harga BBM.
Menurut Saifullah Yusuf, fokus utama pemerintah adalah memastikan masyarakat tetap memiliki daya beli yang cukup sehingga roda ekonomi tidak melambat.
“Pertimbangannya menjaga daya beli masyarakat dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi. Tugas kami adalah menyiapkan skema penyaluran dan memastikan data penerima terus diperbarui,” jelasnya.
Pemutakhiran Data Jadi Kunci
Selain menyiapkan skema distribusi, Kemensos juga tengah melakukan pemutakhiran data penerima manfaat. Langkah ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Dengan kombinasi penebalan bantuan dan perluasan penerima, pemerintah berharap dampak dari kebijakan penyesuaian harga BBM dapat diminimalkan, sekaligus menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Baca berita lengkap lainnya di JurnalLugas.Com
(SF)






