PT Segar Kumala Indonesia Tbk Siap Ekspansi Daging Ayam, Peluang Cuan Besar

JurnalLugas.Com — Di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak, sektor pangan tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Kondisi ini dimanfaatkan oleh PT Segar Kumala Indonesia Tbk (kode saham: BUAH) untuk memperluas lini bisnisnya ke perdagangan besar daging ayam dan produk turunannya.

Langkah ekspansi ini bukan tanpa dasar. Manajemen perusahaan melihat adanya pola konsumsi masyarakat yang relatif stabil, bahkan cenderung meningkat, terutama untuk kebutuhan pangan segar seperti buah, sayur, ikan, dan daging. Stabilitas ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pangan masih menyimpan peluang besar di masa depan.

Bacaan Lainnya

Dalam kajian internal perusahaan yang merujuk pada Badan Pusat Statistik melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), terungkap bahwa struktur belanja masyarakat Indonesia selama satu dekade terakhir tidak mengalami perubahan signifikan. Pada 2025, hampir separuh pengeluaran rumah tangga dialokasikan untuk kebutuhan makanan, yakni sebesar 49,42 persen, sementara sisanya untuk non-makanan.

Rata-rata pengeluaran per kapita untuk bahan pangan bahkan mencapai Rp775.516 per bulan. Angka ini mencerminkan bahwa kebutuhan konsumsi harian tetap menjadi prioritas utama masyarakat, terlepas dari fluktuasi ekonomi yang terjadi.

Baca Juga  Harga Cabai Bawang Daging Ayam Ikan Hari Ini Naik

Lebih jauh lagi, tren konsumsi gizi juga menunjukkan arah positif. Asupan protein masyarakat Indonesia pada 2025 tercatat mencapai 62,78 gram per kapita per hari, dengan kontribusi terbesar berasal dari protein hewani seperti daging, ikan, telur, dan susu. Hal ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kualitas nutrisi.

Pertumbuhan juga terlihat pada sejumlah komoditas pangan strategis. Konsumsi daging meningkat 3,51 persen, sayuran 7,61 persen, dan buah-buahan melonjak hingga 9,43 persen. Angka-angka ini mempertegas bahwa pasar pangan segar masih berkembang dan membuka ruang ekspansi bagi pelaku usaha.

Pihak manajemen menyatakan bahwa kombinasi antara permintaan pasar yang konsisten dan potensi pertumbuhan yang berkelanjutan menjadi dasar kuat untuk masuk ke segmen baru tersebut. Dalam pernyataan resminya, manajemen menilai ekspansi ini layak secara pasar karena didukung oleh kesinambungan konsumsi masyarakat.

Dari sisi operasional, perusahaan mengklaim telah memiliki fondasi yang kokoh. Saat ini, BUAH mengoperasikan 18 fasilitas cold storage yang tersebar di berbagai wilayah strategis di Indonesia. Fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga menjadi pusat distribusi dan pemasaran.

Baca Juga  PT Merry Riana Edukasi Sukses IPO Saham Langsung Sentuh ARA Kantongi Puluhan Miliar

Sistem distribusi yang terintegrasi juga menjadi keunggulan tersendiri. Proses bisnis dimulai dari penerimaan produk dari pemasok, penyimpanan dengan standar suhu terkontrol, pemeriksaan kualitas, hingga pengiriman menggunakan armada berpendingin. Skema ini dinilai mampu menjaga mutu produk sekaligus efisiensi rantai pasok.

Rencana ekspansi ke sektor daging ayam ini akan dibawa ke forum pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 12 Mei 2026. Persetujuan investor menjadi kunci penting untuk merealisasikan strategi baru tersebut.

Dengan pijakan data konsumsi yang solid dan kesiapan infrastruktur yang matang, langkah BUAH memasuki pasar daging ayam dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisinya di industri pangan nasional.

Baca juga berita ekonomi dan bisnis lainnya di JurnalLugas.Com

(ED)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait