JurnalLugas.Com — Transformasi menuju energi berkelanjutan semakin nyata di sektor korporasi Indonesia. Kali ini, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) mengambil langkah strategis dengan masuk ke lini bisnis energi hijau melalui akuisisi saham perusahaan berbasis lingkungan.
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis ke Bursa Efek Indonesia, BIPI mengumumkan telah mengakuisisi sebagian kepemilikan PT Maharaksa Energi Hijau (MEH). Transaksi ini mencakup pembelian 1.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp500 ribu per saham, yang merepresentasikan 20 persen dari total saham yang diterbitkan perusahaan tersebut.
Kesepakatan tersebut diteken melalui Akta Jual Beli Saham pada 6 April 2026 antara BIPI dan PT Maharaksa Kapital Indonesia, yang merupakan bagian dari grup PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA). Kelompok usaha ini dikenal aktif dalam pengelolaan limbah, energi terbarukan, serta pengembangan properti berbasis konsep ramah lingkungan.
Corporate Secretary BIPI, Kurniawati Budiman, menyebut nilai total transaksi mencapai Rp500 juta. Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar ekspansi biasa, melainkan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
“Perseroan melihat sektor energi hijau sebagai pilar penting pertumbuhan ke depan. Investasi ini diharapkan memberi nilai tambah berkelanjutan,” ujarnya secara singkat dalam keterangan resmi.
Langkah BIPI ini mencerminkan pergeseran arah bisnis yang mulai fokus pada sektor berbasis keberlanjutan. Dalam beberapa tahun terakhir, tren investasi di energi hijau memang terus meningkat, seiring tekanan global terhadap isu perubahan iklim dan kebutuhan energi bersih.
Masuknya BIPI ke MEH juga dinilai memiliki nilai strategis. Selain memperluas portofolio, perusahaan berpotensi memanfaatkan sinergi dengan ekosistem bisnis Maharaksa yang telah lebih dulu bergerak di sektor pengolahan limbah dan energi terbarukan.
Manajemen meyakini, langkah ini akan memperkuat fondasi bisnis sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di masa depan. Terlebih, sektor energi hijau kini menjadi salah satu fokus utama dalam transformasi ekonomi nasional menuju ekonomi rendah karbon.
Dengan akuisisi ini, BIPI tidak hanya menambah aset, tetapi juga mempertegas posisinya dalam peta industri energi masa depan—sebuah langkah yang bisa menjadi penentu daya saing perusahaan dalam jangka panjang.
Baca berita ekonomi lainnya di: JurnalLugas.Com
(ED)






