JurnalLugas.Com – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menarik perhatian pasar modal dengan langkah ekspansi agresif ke sektor mineral logam. Perusahaan tambang nasional tersebut dikabarkan tengah memproses akuisisi penuh terhadap Loyal Metals Ltd, perusahaan eksplorasi emas dan tembaga yang berbasis di Australia, dalam sebuah transaksi bernilai ratusan juta dolar Australia.
Langkah Strategis ke Komoditas Bernilai Tinggi
Berdasarkan keterbukaan informasi di bursa Australia yang dirilis pada 27 April 2026, BUMI menawarkan harga sebesar AUD0,45 per saham. Nilai total transaksi ini diperkirakan mencapai sekitar AUD79,1 juta atau setara kurang lebih Rp977 miliar.
Aksi korporasi ini dipandang sebagai upaya BUMI memperluas portofolio bisnisnya yang selama ini kuat di sektor batu bara, menuju komoditas mineral kritis seperti emas dan tembaga yang memiliki permintaan global yang terus meningkat.
Seorang perwakilan internal yang memahami rencana tersebut menyebutkan secara singkat bahwa “akuisisi ini merupakan bagian dari transformasi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar mineral strategis global.”
Fokus pada Proyek Highway Reward
Salah satu aset utama yang menjadi daya tarik dalam transaksi ini adalah proyek tambang Highway Reward milik Loyal Metals. Tambang tersebut memiliki sejarah produksi signifikan sebelum berhenti beroperasi pada 2005.
Dalam catatan operasionalnya, area tambang itu pernah menghasilkan sekitar 3,65 juta ton tembaga dengan kadar rata-rata 5,7 persen, serta produksi emas sekitar 260 ribu ton dengan kadar 4,5 gram per ton selama periode 1987 hingga 2005.
BUMI menilai potensi reaktivasi dan pengembangan ulang aset ini dapat menjadi nilai tambah signifikan, terutama di tengah tren kenaikan harga komoditas logam global.
Potensi Lithium Jadi Daya Tarik Tambahan
Tidak hanya emas dan tembaga, Loyal Metals juga memiliki tiga proyek lithium di Amerika Utara. Aset ini menjadi sorotan karena lithium merupakan salah satu material utama dalam industri baterai kendaraan listrik dan penyimpanan energi.
Dengan meningkatnya permintaan global terhadap energi bersih, kepemilikan aset lithium dinilai dapat membuka peluang baru bagi BUMI untuk masuk lebih dalam ke rantai pasok energi masa depan.
Target Penyelesaian dan Syarat Persetujuan
Proses akuisisi ini ditargetkan rampung pada Agustus 2026, dengan catatan memperoleh persetujuan dari pemegang saham Loyal Metals. Tahapan ini menjadi kunci sebelum transaksi dapat difinalisasi sepenuhnya.
Pelaku pasar menilai, keberhasilan transaksi ini akan menjadi salah satu langkah transformasi paling penting dalam sejarah BUMI, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemain utama di sektor energi berbasis batu bara.
Arah Baru Industri Tambang Indonesia
Langkah BUMI ini mencerminkan pergeseran strategi sejumlah emiten tambang Indonesia yang mulai memperluas eksposur ke komoditas bernilai tinggi dan berorientasi masa depan. Diversifikasi ke emas, tembaga, hingga lithium dianggap sebagai respons terhadap perubahan tren energi global.
Jika terealisasi, akuisisi ini tidak hanya memperkuat posisi BUMI di tingkat internasional, tetapi juga menandai babak baru ekspansi perusahaan Indonesia di sektor mineral strategis dunia.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(KD)






