Stok Melimpah Harga Beras Naik Ugal-ugalan, Pangan Hari Ini

JurnalLugas.Com – Pergerakan harga bahan pangan kembali menjadi sorotan publik setelah data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan adanya tekanan signifikan pada sejumlah komoditas utama di tingkat eceran.

Dalam pemantauan pukul 09.00 WIB pagi ini, sejumlah bahan pokok tercatat masih berada pada level harga tinggi, terutama pada kelompok cabai dan beberapa jenis protein hewani.

Bacaan Lainnya

Cabai dan Telur Jadi Sorotan Utama

Komoditas cabai rawit merah kembali mencatat posisi tertinggi dengan harga mencapai Rp165.000 per kilogram. Angka ini menegaskan masih kuatnya tekanan pasokan yang terjadi di pasar domestik.

Sementara itu, telur ayam ras juga berada di level yang cukup tinggi, yakni Rp44.100 per kilogram, menandakan belum stabilnya keseimbangan antara permintaan dan distribusi.

Dalam keterangan ringkas PIHPS, kondisi ini disebut sebagai dinamika pasar yang masih dipengaruhi faktor distribusi dan ketersediaan pasokan di beberapa daerah sentra produksi.

Bawang, Beras, hingga Cabai Lain Ikut Naik

Selain cabai rawit, sejumlah komoditas hortikultura juga menunjukkan harga yang relatif tinggi. Bawang merah tercatat berada di angka Rp72.500 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di level Rp59.000 per kilogram.

Pada kelompok beras, yang diklaim pemerintah stok melimpah ternyata harga bervariasi tergantung kualitas yang cenderung melonjak. Beras kualitas bawah I berada di Rp15.750 per kilogram, sementara bawah II sedikit lebih rendah di Rp15.500 per kilogram. Untuk kategori medium, harga berkisar antara Rp16.750 hingga Rp18.000 per kilogram. Adapun beras kualitas super tercatat berada di rentang Rp18.750 hingga Rp19.250 per kilogram.

Sementara itu, cabai merah besar berada di harga Rp50.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp80.000 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp70.000 per kilogram.

Daging dan Minyak Goreng Masih Stabil Tinggi

Di sektor protein hewani, daging ayam ras segar berada di harga Rp45.500 per kilogram. Untuk daging sapi, kualitas I tercatat Rp145.000 per kilogram, sedangkan kualitas II sedikit lebih rendah di Rp139.950 per kilogram.

Pada komoditas gula, harga gula pasir premium berada di Rp20.250 per kilogram, sementara gula lokal sedikit lebih tinggi di Rp20.500 per kilogram.

Minyak goreng juga masih menunjukkan variasi harga. Minyak goreng curah berada di Rp23.000 per liter, sedangkan kemasan bermerek I dan II masing-masing di Rp24.500 dan Rp21.500 per liter.

Gambaran Pasar, Tekanan Harga Belum Mereda

Secara umum, data PIHPS menggambarkan bahwa pasar pangan nasional masih berada dalam fase fluktuasi. Lonjakan pada komoditas tertentu seperti cabai menjadi indikator bahwa faktor cuaca, distribusi, dan ketersediaan pasokan masih memainkan peran besar dalam pembentukan harga.

Seorang analis pasar pangan menilai secara singkat bahwa kondisi ini menunjukkan “pasar belum sepenuhnya stabil, terutama pada komoditas hortikultura yang sangat sensitif terhadap gangguan distribusi.”

Dengan kondisi harga yang masih tinggi pada sejumlah kebutuhan pokok, masyarakat diharapkan tetap cermat dalam mengatur pola konsumsi, sementara pemangku kebijakan terus memantau stabilitas pasokan di berbagai daerah.

Perkembangan harga pangan ini akan terus menjadi perhatian utama karena berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat.

Selengkapnya informasi dan analisis ekonomi lainnya dapat diakses melalui: https://JurnalLugas.Com

(ED)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait