JurnalLugas.Com — Suasana pagi di depan SDN Sukaratu 5 berubah menjadi kepanikan setelah sebuah mobil pribadi yang dikemudikan Ahmad Mursidi seorang aparatur sipil negara (ASN) menabrak kerumunan warga dan siswa. Insiden memilukan ini terjadi di wilayah Kabupaten Pandeglang dan menyebabkan satu orang meninggal dunia serta delapan lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut langsung menyita perhatian publik, terutama karena terjadi di area sekolah yang seharusnya menjadi zona aman bagi anak-anak. Berdasarkan keterangan kepolisian, korban luka terdiri dari enam siswa, satu pedagang, dan satu warga yang berprofesi sebagai tenaga pemasaran. Seluruh korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pandeglang, AKP Surya Muhammad, mengonfirmasi bahwa pengemudi kendaraan merupakan seorang pegawai negeri sipil yang tengah mengendarai mobil pribadi saat kejadian berlangsung. Ia menegaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan masih terus berjalan.
“Status pengemudi adalah ASN dan saat ini masih dimintai keterangan oleh penyidik,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga tengah mendalami dugaan kondisi kesehatan pengemudi saat kejadian. Informasi awal menyebutkan adanya penggunaan alat bantu oksigen, yang memunculkan spekulasi bahwa pengemudi mungkin dalam kondisi tidak fit saat mengemudi. Namun, aparat menegaskan bahwa kesimpulan tersebut belum dapat dipastikan tanpa pemeriksaan medis yang sah.
“Kami belum bisa memastikan apakah pengemudi dalam kondisi sakit. Semua harus dibuktikan secara medis, tidak bisa berdasarkan dugaan semata,” tambahnya.
Di tengah proses penyelidikan, kepolisian menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban meninggal dunia. Mereka juga berharap para korban luka dapat segera pulih.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya standar keselamatan berkendara, terutama bagi pengemudi yang berada dalam kondisi kesehatan tertentu. Hingga kini, Unit Laka Lantas Polres Pandeglang masih melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan bukti, serta memeriksa saksi-saksi guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa kelalaian sekecil apa pun di jalan raya dapat berujung fatal, terlebih di lingkungan yang dipadati anak-anak sekolah.
Untuk informasi dan berita terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.
(BW)






