Harga Pangan Nasional Hari Ini Melonjak, Komoditas Cabai Tembus Level Tinggi

JurnalLugas.Com — Pergerakan harga pangan nasional kembali menjadi sorotan pada Rabu pagi, 6 Mei 2026. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan dinamika harga yang cukup tajam di sejumlah komoditas utama.

Cabai rawit merah tercatat sebagai komoditas dengan tekanan harga paling tinggi, menembus angka Rp63.850 per kilogram. Kenaikan ini menegaskan bahwa kelompok cabai masih menjadi penyumbang inflasi pangan yang perlu diwaspadai dalam waktu dekat.

Bacaan Lainnya

Di sisi lain, harga telur ayam ras berada di level Rp31.250 per kilogram. Meski relatif stabil, komoditas ini tetap menjadi indikator penting daya beli masyarakat karena konsumsi yang luas di berbagai lapisan.

Bawang dan Beras Relatif Stabil, Tapi Tetap Tinggi

Untuk komoditas bumbu dapur, harga bawang merah tercatat Rp46.300 per kilogram, sementara bawang putih berada di Rp39.050 per kilogram. Kedua komoditas ini masih bertahan di level yang cukup tinggi, mencerminkan tekanan distribusi dan pasokan.

Baca Juga  Harga Cabai Beras Naik Bawang Merah Turun

Sementara itu, harga beras menunjukkan variasi berdasarkan kualitas. Beras kualitas bawah dipatok di kisaran Rp14.500 per kilogram. Untuk kelas medium, harga bergerak antara Rp15.950 hingga Rp16.100 per kilogram. Sedangkan beras kualitas premium atau super berada di rentang Rp16.900 hingga Rp17.350 per kilogram.

Cabai dan Daging Ikut Menguat

Selain cabai rawit merah, jenis cabai lainnya juga mengalami penguatan harga. Cabai merah besar mencapai Rp50.350 per kilogram, cabai merah keriting Rp48.250 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp48.800 per kilogram.

Komoditas protein hewani turut menunjukkan harga yang relatif tinggi. Daging ayam ras segar diperdagangkan di angka Rp39.000 per kilogram. Sementara itu, daging sapi kualitas I mencapai Rp147.700 per kilogram dan kualitas II berada di Rp139.150 per kilogram.

Gula dan Minyak Goreng Ikuti Tren Kenaikan

Untuk kebutuhan pokok lainnya, gula pasir premium tercatat Rp20.200 per kilogram, sedangkan gula lokal Rp19.200 per kilogram.

Harga minyak goreng juga belum menunjukkan penurunan signifikan. Minyak goreng curah berada di Rp20.550 per liter, sementara minyak goreng kemasan bermerek I mencapai Rp23.850 per liter dan kemasan bermerek II di Rp22.950 per liter.

Baca Juga  Terbongkar 23 Ton Bawang & Cabai Ilegal Disergap di Pontianak, Mentan Ada Mafia Besar

Sinyal Tekanan Inflasi Pangan

Pergerakan harga ini menjadi sinyal penting bagi stabilitas ekonomi, khususnya dalam menjaga inflasi pangan tetap terkendali. Sejumlah analis menilai lonjakan harga cabai dan komoditas strategis lainnya dipicu oleh faktor distribusi, cuaca, hingga pasokan yang belum sepenuhnya pulih.

“Fluktuasi ini masih dalam fase yang perlu diantisipasi, terutama menjelang periode konsumsi tinggi,” ujar sumber internal yang dirangkum.

Dengan kondisi tersebut, pemantauan harga dan intervensi pasar menjadi langkah krusial untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan daya beli masyarakat.

Baca berita ekonomi dan update harga pangan lainnya di JurnalLugas.Com

(Hans)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait