Gaji Guru Honorer SD, Masih Rendah, Ada Hanya Terima Ratusan Ribu per Bulan

JurnalLugas.Com — Kesejahteraan guru honorer sekolah dasar (SD) kembali menjadi perhatian publik di tengah meningkatnya tuntutan kualitas pendidikan nasional. Meski memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik siswa sejak usia dini, masih banyak guru honorer yang menerima gaji jauh dari kata layak.

Di berbagai daerah Indonesia, nominal gaji guru honorer SD masih sangat bervariasi. Sebagian tenaga pengajar non-ASN diketahui hanya memperoleh honor sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per bulan. Sementara di wilayah dengan dukungan anggaran pendidikan lebih baik, penghasilan guru honorer dapat mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta setiap bulan.

Bacaan Lainnya

Perbedaan tersebut dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kemampuan anggaran sekolah, bantuan pemerintah daerah, jumlah jam mengajar, hingga status sekolah negeri atau swasta. Kondisi itu membuat kesejahteraan guru honorer belum merata di seluruh Indonesia.

Meski menerima gaji terbatas, para guru honorer tetap menjalankan tugas layaknya guru tetap. Mereka mengajar di kelas, menyusun administrasi pembelajaran, membuat laporan pendidikan, mendampingi kegiatan siswa, hingga mengikuti berbagai program sekolah.

Baca Juga  Gaji Ketua DPRD Terbaru, Ini Rincian Lengkap Gaji Pokok, Tunjangan, hingga Total Penghasilan

Pengamat pendidikan Rahmat Hidayat mengatakan guru honorer memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan dasar, terutama di daerah yang masih kekurangan tenaga pendidik.

“Banyak sekolah masih bergantung pada guru honorer untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan normal,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah mulai meningkatkan perhatian terhadap guru non-ASN melalui program bantuan insentif dan pembukaan seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Guru honorer bersertifikasi kini juga mendapatkan tunjangan profesi yang lebih besar dibanding sebelumnya.

Namun di lapangan, banyak guru honorer menilai penghasilan yang diterima masih belum mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tidak sedikit tenaga pengajar yang akhirnya mencari pekerjaan tambahan demi mencukupi kebutuhan keluarga.

Sebagian guru memilih membuka les privat sepulang mengajar, berjualan kecil-kecilan, hingga bekerja sampingan pada malam hari. Meski demikian, banyak di antara mereka tetap bertahan karena memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan.

Analis kebijakan pendidikan Dwi Santoso menilai peningkatan kesejahteraan guru honorer harus menjadi prioritas nasional karena pendidikan dasar merupakan fondasi utama pembentukan sumber daya manusia.

Baca Juga  Gaji Pjs Bupati dan Tunjangan Lengkap, Ini Rincian Hak Keuangan Pejabat Sementara Kepala Daerah

“Guru SD memiliki peran besar dalam membangun karakter dan kemampuan dasar anak. Karena itu, kesejahteraan mereka perlu mendapat perhatian serius,” katanya.

Selain persoalan gaji, guru honorer juga menghadapi tantangan lain seperti status kerja yang belum pasti serta keterbatasan peluang pengembangan karier. Banyak tenaga pendidik berharap adanya sistem pengangkatan yang lebih jelas agar masa depan profesi mereka lebih terjamin.

Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, guru honorer SD tetap menjadi garda terdepan pendidikan di banyak daerah. Perjuangan mereka dalam mendidik generasi muda terus mendapat sorotan dan dukungan masyarakat.

Dengan meningkatnya perhatian publik terhadap isu pendidikan, harapan akan kenaikan gaji dan peningkatan kesejahteraan guru honorer diperkirakan akan terus menjadi pembahasan penting dalam beberapa tahun ke depan.

Baca berita dan informasi menarik lainnya di JurnalLugas.Com

(Wening)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait