JurnalLugas.Com — Cuaca ekstrem berpotensi melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada Rabu, 13 Mei 2026.
Peringatan tersebut dikeluarkan menyusul munculnya pola konvergensi dan sirkulasi atmosfer yang memicu pertumbuhan awan hujan di berbagai daerah.
Prakirawan BMKG, Yuyun, menjelaskan bahwa daerah konvergensi saat ini terpantau memanjang di sejumlah wilayah perairan Indonesia, mulai dari Kalimantan Barat hingga Sulawesi bagian selatan.
“Kondisi ini meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan di wilayah yang dilalui jalur konvergensi,” ujarnya.
Berdasarkan analisis BMKG, sejumlah kota besar diprediksi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat yang berpotensi disertai kilat dan angin kencang. Wilayah tersebut meliputi Tanjung Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Tanjung Selor, Manado dan Mamuju.
Selain itu, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga diperkirakan terjadi di berbagai daerah lain seperti Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Pangkal Pinang, Bengkulu, Serang, Denpasar, Mataram, Makassar, Palu, Gorontalo, Kendari, Ternate, Sorong, Ambon, Manokwari, Jayapura hingga Merauke.
Sementara beberapa kota besar lainnya diprakirakan hanya mengalami cuaca berawan, di antaranya Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Kupang.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir genangan, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas transportasi.
Kondisi cuaca saat ini turut dipengaruhi keberadaan Siklon Tropis Algupit yang sebelumnya terdeteksi di wilayah Samudra Pasifik timur Filipina.
Prakirawan BMKG lainnya, Massayu, menjelaskan siklon tersebut memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 40 knot dengan tekanan minimum sekitar 998 hektopascal.
“Sistem ini membentuk daerah konvergensi yang memicu peningkatan aktivitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia timur,” katanya singkat.
Meski intensitas Siklon Tropis Algupit diperkirakan melemah dalam dua hari ke depan, dampaknya masih dapat memicu terbentuknya awan hujan di kawasan Papua, Papua Barat Daya, hingga beberapa wilayah lain di Indonesia.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan bencana hidrometeorologi, untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi pemerintah dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan.
Baca berita cuaca dan informasi terkini lainnya di JurnalLugas.Com
(Catur)






