Ayatollah Khamenei Dunia Islam Bersatu, Dominasi Amerika Mulai Runtuh

JurnalLugas.Com – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, menyerukan negara-negara Muslim untuk memperkuat persatuan dan membangun tatanan global baru yang tidak lagi bergantung pada dominasi Amerika Serikat. Seruan tersebut disampaikan dalam pesan khusus bertepatan dengan Hari Arafah, momen penting dalam rangkaian ibadah haji 2026.

Dalam pesannya, Khamenei menilai dunia Islam sedang memasuki babak baru sejarah geopolitik. Ia menyebut pengaruh Amerika Serikat di Timur Tengah semakin menurun, sementara kekuatan negara-negara Muslim mulai tumbuh dan membentuk arah baru kawasan.

Bacaan Lainnya

“Kawasan dan umat Muslim memiliki kepentingan serta kemampuan bersama yang dapat melahirkan arsitektur baru bagi masa depan regional maupun dunia,” tulisnya dalam pernyataan yang dirilis Rabu, 27 Mei 2026.

Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan internasional karena menegaskan posisi Iran yang terus mendorong pembentukan blok kekuatan baru di luar pengaruh Barat.

Timur Tengah Disebut Tak Lagi Bergantung pada AS

Khamenei menyampaikan bahwa negara-negara di Timur Tengah tidak lagi ingin menjadi wilayah penyangga kepentingan militer Amerika Serikat. Menurutnya, perubahan politik global telah membuat peta kekuatan internasional bergeser secara signifikan.

Ia menilai era dominasi tunggal Washington mulai mengalami kemunduran, terutama setelah berbagai konflik panjang di kawasan yang memicu ketidakpercayaan terhadap kebijakan luar negeri AS.

Baca Juga  Senator AS Murka, Rakyat Tercekik Harga Energi, Trump Malah Gelontorkan Rp100 Triliun Nuklir

“Masa depan tidak akan kembali seperti dulu. Kawasan ini tidak lagi menjadi tameng bagi pangkalan militer Amerika,” ujarnya.

Dalam pesannya, Khamenei juga menekankan bahwa masa depan dunia berada di tangan generasi Muslim dan kebangkitan peradaban Islam modern.

Iran Soroti Front Perlawanan di Kawasan

Selain membahas geopolitik global, Khamenei menyinggung keberadaan kelompok-kelompok yang selama ini dikenal sebagai Front Perlawanan di Timur Tengah. Ia menyebut jaringan tersebut membentang dari Iran, Lebanon, Palestina, Irak, Suriah, Yaman, hingga Afghanistan dan Pakistan.

Menurutnya, kelompok-kelompok tersebut telah menjadi simbol perlawanan terhadap dominasi asing serta pendudukan Israel di Palestina.

Ia juga mengklaim kekuatan tersebut berhasil menghadapi ancaman kelompok ekstremis dan tekanan militer yang didukung Amerika Serikat.

Dalam bagian lain pesannya, Khamenei kembali melontarkan kritik keras terhadap Israel. Ia menggambarkan negara itu sebagai rezim yang semakin tidak stabil dan menghadapi tekanan besar akibat konflik berkepanjangan di kawasan.

Pernyataan tersebut mempertegas sikap politik Iran yang selama ini konsisten mendukung perjuangan Palestina dan menentang kebijakan Israel di Timur Tengah.

Konflik Iran dan Israel Kembali Jadi Sorotan

Khamenei turut menyinggung konflik terbaru yang melibatkan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Ia memuji respons militer Iran yang disebut berhasil menggagalkan tekanan asing terhadap Republik Islam.

Baca Juga  Mohsen Rezaee, Rudal Iran Diarahkan ke Kapal AS

Menurutnya, kekuatan militer Iran bersama sekutunya mampu menunjukkan kapasitas pertahanan yang membuat lawan mengalami tekanan besar.

Ia juga menyinggung penggunaan teknologi rudal dan drone yang kini menjadi bagian penting strategi pertahanan Iran di darat, laut, maupun udara.

“Dukungan rakyat Iran terhadap negaranya menjadi bukti bahwa tekanan asing tidak mampu mematahkan semangat nasional,” tulisnya.

Haji Disebut Simbol Persatuan dan Perlawanan

Di luar isu politik, Khamenei mengaitkan momentum ibadah haji sebagai simbol persatuan umat Islam dan perjuangan melawan ketidakadilan global.

Ia menyebut perjalanan spiritual umat Muslim bukan hanya soal ibadah, tetapi juga tentang membangun solidaritas, memperkuat moralitas, dan menolak dominasi kekuatan yang dianggap menindas.

Menurutnya, Revolusi Islam Iran tahun 1979 menjadi contoh bagaimana semangat keagamaan mampu membentuk perubahan politik besar dan mempertahankan ketahanan negara selama puluhan tahun menghadapi sanksi internasional.

Di akhir pesannya, Khamenei kembali menyerukan persatuan dunia Islam dan dukungan terhadap perjuangan Palestina.

Baca berita internasional lainnya di JurnalLugas.Com

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait