Pete Hegseth, Operasi Militer AS-Israel ke Iran Masih Berlanjut

JurnalLugas.Com — Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran belum mencapai tahap akhir dan masih jauh dari selesai. Dalam wawancara yang tayang Minggu (8/3), Hegseth memperingatkan bahwa serangan gabungan AS dan Israel baru memasuki fase awal.

“Kekuatan Iran menipis dan akan terus melemah. Sekali lagi, ini baru permulaan,” ujar Hegseth, menekankan bahwa langkah militer AS di kawasan Timur Tengah akan berlanjut.

Bacaan Lainnya

Menurut laporan Pentagon, lebih dari 50 ribu personel militer AS terlibat dalam Operasi Epic Fury, yang hingga Jumat (6/3) telah menargetkan sekitar 3.000 lokasi di Iran. Hegseth memastikan operasi berjalan sesuai rencana dan menolak anggapan bahwa konflik hampir usai.

Baca Juga  Trump Mumet Iran Siap Tutup Selat Hormuz dengan Ranjau Laut

“Kami sangat sesuai rencana,” katanya.

Selain itu, Hegseth menyoroti kekuatan militer gabungan AS-Israel, yang dinilai jauh melampaui kemampuan Iran. “Jika angkatan udara kami digabung dengan Angkatan Udara Israel, mereka menjadi dua angkatan udara terkuat di dunia,” tambahnya.

Hegseth juga mengulangi tuntutan Presiden AS Donald Trump agar Iran menyerah tanpa syarat. Menurutnya, tujuan operasi ini adalah memastikan pasukan Iran tidak lagi mampu melanjutkan pertempuran. “Artinya, kami berjuang untuk menang dan menetapkan syaratnya. Kami akan tahu kapan mereka tidak mampu lagi bertempur,” jelasnya.

Pernyataan Hegseth muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional akibat serangan AS dan Israel, yang memicu balasan militer di beberapa titik di Timur Tengah. Pentagon menegaskan kesiapan AS untuk melanjutkan operasi selama diperlukan demi mencapai tujuan strategis.

Baca Juga  Trump Resmi Tarik AS dari 66 Organisasi Internasional, Ini Dampaknya

Hegseth pun mengingatkan bahwa konflik ini akan menimbulkan korban jiwa, sejalan dengan peringatan Presiden Trump. “Akan ada korban jiwa, dan lebih banyak lagi,” katanya. Meski demikian, Hegseth menekankan bahwa kerugian tersebut justru akan memperkuat tekad Amerika untuk memenangkan pertempuran hingga akhir.

Operasi ini menunjukkan eskalasi militer yang signifikan, menandai babak baru ketegangan antara kekuatan Barat dan Iran di Timur Tengah.

Sumber informasi lebih lengkap dapat diakses di JurnalLugas.Com.

(HD)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait