JurnalLugas.Com — Tangan dan kaki yang terasa dingin sering dianggap hal biasa. Banyak orang mengira kondisi tersebut hanya dipicu cuaca dingin atau terlalu lama berada di ruangan berpendingin udara.
Padahal, jika terjadi berulang, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu yang perlu diperhatikan.
Secara medis, tangan dan kaki dingin umumnya berkaitan dengan sirkulasi darah yang kurang lancar. Ketika aliran darah menuju bagian ujung tubuh tidak optimal, suhu di area tersebut akan menurun sehingga terasa lebih dingin dibanding bagian tubuh lainnya.
Dokter umum dan pemerhati kesehatan, dr. Rendra Mahesa, menjelaskan bahwa kondisi ini tidak selalu berbahaya, tetapi tidak boleh diabaikan apabila muncul terus-menerus.
“Tubuh biasanya memberikan sinyal melalui perubahan kecil seperti tangan dan kaki dingin. Jika sering terjadi tanpa sebab yang jelas, sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya, Kamis 28 Mei 2026.
Sirkulasi Darah Tidak Optimal
Salah satu penyebab paling umum tangan dan kaki dingin adalah gangguan peredaran darah. Ketika pembuluh darah menyempit atau aliran darah melambat, distribusi panas tubuh ke bagian ekstremitas menjadi terganggu.
Kondisi ini dapat dipicu oleh kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, terlalu lama duduk, hingga kadar kolesterol tinggi yang memengaruhi kesehatan pembuluh darah.
Selain sensasi dingin, beberapa orang juga mengalami kesemutan, mati rasa, atau perubahan warna kulit menjadi lebih pucat.
Anemia Bisa Menjadi Pemicu
Kurangnya kadar hemoglobin atau anemia juga sering membuat tangan dan kaki terasa dingin. Saat tubuh kekurangan sel darah merah, distribusi oksigen ke seluruh tubuh menjadi tidak maksimal.
Akibatnya, tubuh kesulitan menjaga suhu normal terutama di bagian ujung seperti jari tangan dan kaki. Kondisi ini biasanya disertai rasa lemas, cepat lelah, dan sulit berkonsentrasi.
Anemia sendiri bisa disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, vitamin B12, maupun asam folat.
Gangguan Tiroid Membuat Tubuh Mudah Dingin
Hormon tiroid memiliki peran penting dalam mengatur metabolisme tubuh. Ketika produksi hormon ini menurun atau terjadi hipotiroidisme, tubuh akan lebih mudah merasa dingin termasuk pada area tangan dan kaki.
Metabolisme yang melambat membuat produksi panas tubuh ikut menurun. Tidak hanya tangan dan kaki dingin, penderita hipotiroid biasanya mengalami kulit kering, berat badan naik tanpa sebab jelas, hingga mudah mengantuk.
Stres dan Kecemasan Berlebihan
Tidak banyak yang menyadari bahwa stres juga dapat memengaruhi suhu tubuh. Saat seseorang mengalami tekanan emosional, tubuh merespons dengan menyempitkan pembuluh darah sehingga aliran darah ke tangan dan kaki berkurang.
Akibatnya, bagian tubuh tersebut terasa lebih dingin meskipun suhu lingkungan normal.
Psikolog kesehatan, Nadia Permata, menyebut stres berkepanjangan memang dapat memicu perubahan fisik pada tubuh.
“Ketika seseorang cemas atau stres, tubuh berada dalam mode waspada. Respons ini bisa memengaruhi sirkulasi darah sementara,” jelasnya.
Waspadai Fenomena Raynaud
Fenomena Raynaud merupakan kondisi ketika pembuluh darah di jari tangan dan kaki menyempit secara berlebihan akibat suhu dingin atau stres.
Penderita biasanya mengalami perubahan warna pada jari menjadi pucat atau kebiruan sebelum kembali normal setelah tubuh menghangat.
Meski terlihat ringan, kondisi ini tetap perlu mendapat perhatian apabila sering terjadi atau disertai nyeri.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Tangan dan kaki dingin masih tergolong normal jika terjadi sesekali akibat cuaca atau suhu ruangan rendah. Namun, pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan apabila kondisi ini muncul terus-menerus dan disertai gejala lain seperti:
- Kesemutan berkepanjangan
- Nyeri pada tangan atau kaki
- Mudah lelah
- Pusing
- Luka sulit sembuh
- Perubahan warna kulit
Pemeriksaan lebih dini membantu mengetahui penyebab utama sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Cara Mengurangi Tangan dan Kaki Dingin
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi keluhan tangan dan kaki dingin, antara lain:
- Rutin berolahraga untuk memperlancar peredaran darah
- Mengurangi kebiasaan merokok
- Mengonsumsi makanan bergizi kaya zat besi
- Mengelola stres dengan baik
- Menghindari duduk terlalu lama
- Menggunakan pakaian hangat saat cuaca dingin
Jika keluhan tidak membaik dalam waktu lama, konsultasi dengan dokter menjadi langkah terbaik agar penyebabnya dapat diketahui secara pasti.
Baca artikel kesehatan dan informasi menarik lainnya di JurnalLugas.Com
(Nelly)






