Anak Usaha Prodia PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) Targetkan Dana IPO Rp62,75 Miliar

JurnalLugas.Com – Industri alat kesehatan dalam negeri kembali mencatat langkah ekspansi penting. PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), perusahaan yang bergerak di bidang produksi alat diagnostik kesehatan, resmi memulai proses penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Melalui aksi korporasi ini, perusahaan menargetkan penghimpunan dana segar hingga Rp62,75 miliar yang akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha serta memperkuat daya saing di sektor diagnostik kesehatan yang terus berkembang.

Bacaan Lainnya

Sebagai anak usaha PT Prodia Widyahusada Tbk, PRDL menawarkan sekitar 522,9 juta saham baru kepada publik. Jumlah tersebut setara dengan 30 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah proses penawaran umum selesai dilaksanakan.

Dalam masa penawaran awal atau book building yang dimulai pada 18 hingga 23 Juni 2026, harga saham ditawarkan pada rentang Rp100 hingga Rp120 per lembar. Dengan kisaran harga tersebut, nilai dana yang berpotensi diraih perusahaan berada di rentang Rp52 miliar hingga Rp62,75 miliar.

Baca Juga  Antrean Perusahaan IPO, 15 Korporasi Siap Masuk BEI

Langkah menuju pasar modal ini dinilai sebagai strategi untuk memperkuat fondasi bisnis perusahaan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan berbasis teknologi dan diagnostik yang akurat.

Manajemen perusahaan menilai pasar alat kesehatan nasional masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan dini, kebutuhan terhadap produk diagnostik modern diperkirakan akan terus bertambah dalam beberapa tahun mendatang.

Selain menawarkan saham kepada publik, perusahaan juga menyiapkan program kepemilikan saham bagi karyawan melalui skema Employee Stock Allocation (ESA). Program tersebut memberikan kesempatan kepada pegawai untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan perusahaan dengan kepemilikan saham dalam jumlah tertentu.

Sejak berdiri pada 2010, PRDL dikenal sebagai produsen alat kesehatan In Vitro Diagnostic (IVD), yakni perangkat dan reagen yang digunakan untuk pemeriksaan sampel biologis di laboratorium medis.

Portofolio bisnis perusahaan mencakup produksi reagen, instrumen laboratorium, hingga layanan kalibrasi alat ukur kesehatan. Produk yang dipasarkan mencakup berbagai segmen pemeriksaan, mulai dari kimia klinik, hematologi, imunologi, biomolekular, hingga instrumen laboratorium pendukung.

Dengan lebih dari seribu varian produk aktif yang beredar di pasar, perusahaan berupaya memperluas kontribusi terhadap kemandirian industri alat kesehatan nasional yang selama ini masih bergantung pada produk impor.

Baca Juga  SpaceX Siapkan Alokasi Saham Khusus Jelang IPO Raksasa, Valuasi Diproyeksi Tembus USD2 Triliun

Pengamat pasar modal menilai IPO sektor kesehatan tetap menarik karena didukung tren pertumbuhan kebutuhan layanan medis dan penguatan industri kesehatan domestik pascapandemi.

“Permintaan terhadap teknologi diagnostik masih menunjukkan prospek positif, terutama seiring peningkatan investasi pada layanan kesehatan,” ujar seorang analis pasar modal.

Dalam proses penawaran umum perdana ini, perusahaan menunjuk Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Jadwal penawaran umum direncanakan berlangsung pada 1 hingga 7 Juli 2026, sementara pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 9 Juli 2026.

Masuknya PRDL ke lantai bursa diharapkan menjadi momentum baru bagi perusahaan untuk memperluas kapasitas produksi, memperkuat inovasi produk, sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap perkembangan industri alat kesehatan nasional yang semakin kompetitif.

Baca berita ekonomi, pasar modal, dan bisnis terkini lainnya di JurnalLugas.Com.

(Hans)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait